Breaking News:

Polres OKU Tidak Pandang Bulu Dalam Penanganan Kasus Norkoba, Tindak Tegas Siapapun Yang Terlibat

Penanganan kasus narkoba di wilayah hukum Polres OKU tidak pandang bulu.Siapa pun yang terlibat akan disikat

sripoku.com/Leni Juwita
Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga SIK MH didampingi Wakapolres OKU Kompol Christopher Salohot Panjaitan SE MSi dan Pejabat Urama di jajaran Polres OKU dalam jumpa pers di Pos Pelayanan Simpang Ramayana Baturaja. SRIPOKU.COM / LENI JUWITA 

SRIPOKU.COM, BATURAJA - Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga SIK MH mengatakan pananganan kasus narkoba di wilayah hukum Polres OKU tidak pandang bulu.

Dikatakan Kapolres, apabila terbukti pasti akan disikat, termasuk oknum anggota polisi juga tidak akan lepas dari jeratan hukum bila terlibat narkoba.

Kapolres mencontohkan satu oknum anggota Polres OKU berinisial RMS (38) yang tersandung kasus narkoba kini sudah menjalani proses hukum.
“ Yang bersangkutan sedang menjalani sidang kode etik dan kita diusulkan dipecat,” kata Kapolres. Begitu juga dengan dua oknum ASN jajaran Pemkab OKU yang tertangkap narkoba kini sedang menjalani proses.

Hal itu disampaikan Kapolres pada press release tahun 2020 yang dipusatkan di Posyan depan Ramayaan Batraja Kamis ((31/12/2020). Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga SIK MH didampingi Wakapolres OKU Kompol Christopher Salohot Panjaitan SE MSi dan Kasub Humas Polres OKU AKP Mardi Nursal dan Pejabat Urama di jajaran Polres OKU.

Kapolres memaparkan, kejahatan penyalahgunaan narkotika diwilayah hukum Polres OKU juga masih tergolong tinggi meskipun ada penurunan namun belum menggembirakan. Selama tahun 2020 jumlah tindak pidana 84 jumlah tingkat penyelesaian 53 dengan jumlah tersangka sebanyak 95 orang.

Dengan barang bukti ganja 20.20,26 gr, sabu-sabu 190,219 gr, ekstasi 50 butir. Dibandingkan tahun 2019 jumlah Tindak Pidana 92, jumlah penyelesaian 92 dengan tersangka 106. Dengan barang bukti ganja 1368,13 gr, sabu sabu 343,8 gr, ekstasi 119 butir.

Kapolres juga menjelaskan, kasus pencurian dengan pemberatan (curat) di OKU sepanjang tahun 2020 mengalami peningkatan yang cukup signifikant dibandingkan tahun 2019. Kondisi ini mungking ada pengaruh dari masa pandemi covid-19 yang turut mempengaruhi ekonomi masyarakat.

Dari data krimilanlitas untuk pencurian dengan pemberatan sepanjang tahun 2020 dengan laporan 102 kasus dan sudah selesai 81 kasus. Jumlah ini mengalami kenaikan yang cukup signifikant dibandingkan tahun 2019 dengan laporan 40 kasus dan selesai 23 kasus.

Polres OKU juga menangani kasus tindak pidana korupsi atas nama tersangka Ka (48) yang mengakibatkan kerugikan negara Rp 606.737.761.

Sedangkan data Kamseltibcar Lantas (Keamanan Selamatan Keterbiban dan Kelancaran Lalu Lintas), jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 45 kasus dan selesai 42 kasus. Dengan kroban meninggal dunia sebanyak 33 orang, luka berat 8 orangd an luka ringan 38. Sedangkan tahun 2019 lakalantas sebanyak 49 kasus dan penyelesaian 48. Dengan korban meninggal dunia 20 orang, luka berat 5 dan luka ringan 68 orang. (eni)

Penulis: Leni Juwita
Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved