Breaking News:

Vaksin Sinovac Masuk Indonesia Lagi, Total Ada 3 Juta Dosis

Pemerintah juga kembali mengamankan supply vaksin Astra Zeneca dan Novavax yang masing-masing jumlahnya mencapai 50 juta dosis.

Editor: Soegeng Haryadi
Tribun Ambon/biro media_setpres
Petugas cargo Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, mengangkut vaksin Sinovac, Corona, Selasa (8/12/2020) 

"Untuk tenaga kesehatan, tenaga publik, penduduk Indonesia dan yang paling kompleks nantinya adalah tahap terakhir bagaimana penyutikan di seluruh titik pelayanan kesehatan di Indonesia," ungkap Budi.

Baca juga: Februari Vaksin Covid-19 Masuk Sumsel, 5,3 Juta Penduduk Jadi Target Vaksinasi

Menkes Budi menyebutkan proses persetujuan Covid-19 di Indonesia, diproyeksikan akan selesai dalam waktu satu atau dua minggu ke depan.

Eks Wamen BUMN ini mengatakan, target persetujuan vaksin dalam waktu dua minggu ke depan ini agar tahap distribusi bisa dilanjutkan dan merata di sejumlah wilayah.

"Kita tergetkan dalam satu atau dua minggu ke depan penyediaan dan persetujuan vaksin pada tahap pertam, akan selesai," ucap Budi.

Menurut Budi, untuk masuk ke tahap dua yaitu pendistribusian harus menyiapkan tenaga kesehatan dan pelayanan publik agar proses ini berjalan lancar.

Izin Produksi
BUMN Farmasi PT Bio Farma telah mengantongi izin produksi vaksin Covid-19. Penyerahan sertifikat perizinan pembuatan obat yang baik (CPOB) dilakukan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito kepada Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir, di Bandung.

Baca juga: Corona Baru Mudah Menular Tapi Tidak Fatal, Vaksin Ampuh Basmi

Penny menerangkan, BPOM telah melakukan inspeksi langsung ke fasilitas produksi vaksin di Beijing, awal Desember 2020 lalu. Hasilnya menunjukkan nilai yang baik.

Hal serupa ungkap Penny, juga dilakukan pada Gedung 21 Bio Farma yang akan dijadikan tempat filling finish vaksin Covid-19.

“Ada ruang produksi 100 juta vial per tahun dan ruang penyimpanan vaksin. Ke depan ada perluasan lebih jauh untuk Gedung 43 yang bisa produksi hingga 250 juta dosis per tahun,” ungkap Penny dalam konferensi pers virtual.

Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir, menyambut baik pemberian sertifikat CPOB. Menurutnya pemberian sertifikat itu, membuktikan kapasitas produksi dan jaminan mutu Bio Farma diakui di Indonesia.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved