Breaking News:

Risma Blusukan Ajak Warga Kolong Tol Usaha Pecel Lele, Ini Katanya: Saya Ini Ibunya Pemulung

Risma telah menginstruksikan jajaran Kemensos untuk bekerja nonstop untuk memastikan ketiga bansos dapat salur serentak seluruh Indonesia.

Tribunnews.com/Taufik Ismail
Hari pertama berdinas sebagai Menteri Sosial, Tri Rismahirini alias Risma menemui seorang pemulung di kawasan aliran Sungai Ciliwung, belakang kantor Kementerian Sosial. 

Dalam kesempatan itu, Risma juga mengajak berdiskusi perwakilan dari Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang hadir di lokasi kunjungan. Risma berencana melibatkan mereka untuk menjangkau pelayanan terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

Baca juga: GAYA Blusukan Risma di Hari Pertama Berdinas di Kemensos, Panjat Tangga Turun ke Kolong Jembatan

Menanggapi 'blusukan' Menteri Sosial, Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon ikut berkomentar. Melalui akun resmi twitternya @fadlizon, ia merasa kasihan Kepala Dinas Sosial Pemprov DKI Jakarta tugasnya diambil alih. "Saya kasihan pada Kepala Dinas Sosial, pekerjaannya diambil alih Menteri Sosial DKI," ujar Fadli.

Tidak Libur
Masih pada kesempatan yang sama Menteri Risma juga memastikan bantuan sosial (bansos) bakal disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada pekan pertama tahun 2021. Tahun 2021, Kemensos akan melanjutkan 3 program bansos, yakni Kartu Sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bansos Tunai (BST).

Risma telah menginstruksikan jajaran Kemensos untuk bekerja nonstop untuk memastikan ketiga bansos dapat salur serentak seluruh Indonesia.

Baca juga: Antre Bansos di Kelurahaan, Nenek-nenek Meninggal Dunia, Risma : Tahun Depan Langsung Diantar

"Kita tidak ada libur. Sesuai dengan instruksi Bapak Presiden, minggu pertama bulan Januari bantuan ini sudah bisa diberikan kepada penerima manfaat (KPM)," kata Risma.

Ia mengatakan saat ini sedang berlangsung koordinasi intensif untuk finalisasi data KPM dengan daerah. Kemensos sedang mendorong data dari pemerintah agar segera tuntas dikirimkan ke pusat.

"Data harus kembali ke pemerintah pusat tanggal 1 Januari," ucap Risma.

Menurutnya, ada kebutuhaan untuk segera mencairkan bansos kepada KPM di daerah. Hal ini karena dana bansos berdampak signifikan terhadap perputaran roda perekonomian di daerah.

"Misalkan bansos sembako itu rata-rata 1 bulannya senilai Rp3,76 triliun. Kalau dibagi 514 kabupaten/kota, kurang lebih ada sekitar Rp60 miliaran di daerah. Ini berputar untuk pemenuhan kebutuhan permakanan, kebutuhan pokok. Jadi membantu perekonomian di daerah supaya tidak turun," jelas Risma.

Risma menargetkan, bansos sudah diterima KPM mulai 4 Januari 2021. Kemensos akan bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia untuk penyaluran. Bagi kawasan terluar, terpencil, dan tertinggal (3T) seperti sebagian Papua, mungkin mekanismenya berbeda.

Halaman
123
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved