Breaking News:

Corona Baru Mudah Menular Tapi Tidak Fatal, Vaksin Ampuh Basmi

Menurut Menkes strain virus yang pertama kali ditemukan di Inggris tersebut dapat terdeteksi dengan alat tes Covid-19

Net
Varian baru virus corona yang pertama kali terdeteksi di Inggris, kemudian ditemukan di delapan negara, dikabarkan varian baru virus corona ini ditemukan di Asia Tenggara. 

JAKARTA, SRIPO -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa varian virus baru Corona atau SARS-CoV-2/B117 mudah menular. Namun berdasarkan penelitian para ahli, strain virus tersebut belum terbukti lebih parah.

"Virus ini memang terbukti lebih mudah menular, virus ini, mutasi ini tidak terbukti lebih parah atau lebih fatal," katanya dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa(29/12).

Menurut Menkes strain virus yang pertama kali ditemukan di Inggris tersebut dapat terdeteksi dengan alat tes Covid-19, seperti Polimerase chain reaction (PCR). Strain yang dinamakan B117 atau N501Y tersebut bermutasi di salah satu komponen protein virus.

Baca juga: Perlu  Diwaspadai! Mutasi Varian Baru Virus Corona di Inggris Lebih Mudah Serang Anak-anak

"Namanya spike protein yang memang merupakan salah satu komponen protein utama dari virus ini," kata dia.

Menurut Menkes mutasi virus tersebut sedang diteliti para ahli. Ia meminta masyarakat untuk tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan.

"Tetapi masukkan yang saya terima dari para ahli adalah sebagai berikut yang mungkin mudah kita cerna dan bisa menjadi pegangan untuk kita semua. Nomor satu virus ini memang terbukti lebih mudah menular. nomor 2, mutasi virus ini tidak terbukti lebih parah atau lebih fatal, yang ketiga virus ini sudah terbukti bisa dideteksi dengan alat tes yang ada, swab antigen atau pcr testing," ujarnya.

Baca juga: Update Virus Corona di Palembang 29 Desember

Pemerintah lanjut Menkes juga belum bisa memastikan varian baru virus Corona atau SARS-CoV-2 strain B117 atau N501 telah menyebar di Indonesia.

"Pertanyaannya apakah strain virus ini sudah ada di Indonesia? sampai sekarang kita belum tahu. sampai sekarang kita belum tahu," kata Budi.

Sebab menurut mantan Wakil Menteri BUMN tersebut, perlu dilakukan whole genome sequencing untuk dapat mendeteksi strain virus yang pertama kali ditemukan di Inggris tersebut. "Harus di sequence genetic information dari virus ini," katanya.

Untuk mendeteksi keberadaan strain virus yang sudah terkonfirmasi menyebar di Singapura tersebut, pihaknya kata Budi akan segera mengkonsolidasikan 11 hingga 12 laboratorium bersama Kementerian Ristek atau Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) yang memiliki kemampuan untuk melakukan genome sequencing.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona di Inggris Dinamakan Mutasi B117, Ini Mutasi Virus Corona di Indonesia

Halaman
123
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved