Breaking News:

Cerita Pengrajin Terompet di Kertapati, Terus Mengalami Penurunan Pembeli Sejak 6 Tahun Terakhir

"Dua tahun terakhir saya hanya bisa menghasilkan dan dijual sekitar 2.000 terompet, ditambah pandemi ini pasti semakin berkurang," ujarnya M Aryanto

Cerita Pengrajin Terompet di Kertapati, Terus Mengalami Penurunan Pembeli Sejak 6 Tahun Terakhir
maya citra rosa
OMSET TURUN : Pengrajin terompet di Kertapati Palembang, M Aryanto, yang mengalami penurunan penghasilan selama pandemi, saat ditemui Rabu (30/12/2020). (SRIPOKU.COM/MAYA CITRA ROSA)

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Perayaan akhir tahun yang biasanya disambut dengan meriahnya tradisi kembang api dan tiupan terompet.

Namun tahun 2020 ini, pandemi Covid-19 membuat pelarangan kerumunan juga berdampak dengan berkurangnya minat masyarakat untuk merayakannya.

Akibatnya, pengrajin terompet musiman yang semakin kehilangan mata pencahariannya selama akhir tahun.

Salah satu pengrajin terompet di Palembang, M Aryanto, warga Kertapati yang mengeluhkan hal ini karena terus mengalami penurunan jumlah hasil terompet setiap tahunnya.

Terompet adalah mainan anak-anak yang terbuat dari kertas druplex dan dihias dengan berbagai karakter unik ini sudah jarang dimainkan.

Sejak 2003, Aryanto sudah menjadi pengrajin terompet musiman yang pernah menghasilkan sebanyak 18.000 terompet.

Namun sejak 6 tahun terakhir terompet semakin ditinggalkan oleh masyarakat, yang membuat penghasilannya berkurang.

"Dua tahun terakhir saya hanya bisa menghasilkan dan dijual sekitar 2.000 terompet, ditambah pandemi ini pasti semakin berkurang," ujarnya, Rabu (30/12/2020).

Tahun ini, Aryanto hanya membuat terompet dan menjualnya langsung di Jalan KH Wahid Hasyim, Gang Kurnia, Kecamatan Seberang Ulu I, juga dijual kepada pengecer di Palembang dan Muara Enim.

Bahkan, hasil pantauan tim Sripoku.com di lapangan, masih sepinya pembeli di lapak dagangan Aryanto yang hanya satu-satunya ada di wilayah tersebut. 

Halaman
12
Penulis: maya citra rosa
Editor: aminuddin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved