Breaking News:

Petani Cabai di Prabumulih Tewas di Pondok, Kening Remuk Dipukul Berkali-kali

Lalu Padil menuju pondok kebun dan menggedor pintu hingga beberapa kali namun tidak ada jawaban dari dalam pondok.

SRIPOKU.COM / EDISON
Jenazah Jailani ketika dievakuasi oleh petugas kepolisian. Ia ditemukan tewas di dalam pondok di kebun cabai. Diduga kuat Jailani dibunuh 

PRABUMULIH, SRIPO -- Seorang petani cabai di Prabumulih, Jailani (40) ditemukan tewas di pondok kebunnya, Senin (28/12). Saat ditemukan, jenazah mengalami luka di kening sebanyak tiga titik yang diduga bekas pukulan benda tumpul serta luka di bagian bibir.

Jenazah Jailani yang merupakan warga Jalan Pelangi RT 11 RW 01 Kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, pertama kali ditemukan Adil Humaini alias Padil (13) yang merupakan anak semata wayang korban.

Ia sengaja mencari korban ke kebun setelah tak bisa dihubungi.

Baca juga: Petani Cabe di Prabumulih Ditemukan Tewas, Paman Ungkap Obrolan Terakhir Bersama Keponakannya

Sebelumnya paman Jailani yakni Zulkifli (50) menelepon korban untuk mengajak meracun rumput. Namun beberapa kali ditelepon tak mengangkat.

Untuk memastikan, Zulkipli lantas menemui Padli di rumah orangtua angkatnya Sudar (50) di Jalan Padat Karya Gunung Ibul.

Ia meminta Padil menghubungi ayahnya. Lalu Padil menuju pondok kebun dan menggedor pintu hingga beberapa kali namun tidak ada jawaban dari dalam pondok.

Merasa curiga, Padil lalu mendobrak dan mendapati ayahnya dalam keadaan penuh darah di atas kasur rumah korban. Selain itu, motor Honda Beat Jailani hilang diduga dibawa kabur oleh pelaku pembunuhan.

"Padil kemudian ke rumah Sudar dan menceritakan ayahya tidak tertolong (dibunuh-red), lalu kami ke kebun dan menghubungi petugas kepolisian dan warga sekitar," tutur Zulkifli.

Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SH SIK MH melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Herman Rozi mengungkapkan dugaan sementara pelaku dibunuh. Namun polisi terus menyelidiki kasus tersebut lebih mendalam.

"Saat ditemukan korban dalam keadaan mengalami luka di bagian kepala, diduga bekas pukulan benda tumpul sebanyak tiga titik di bagian kening," ujar Kapolres.

Kapolsek menuturkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap korban. "Kita terus lakukan penyelidikan terkait diduga disebabkan tewas akibat dibunuh," tambahnya.

Sementara petugas medis kamar jenazah rumah sakit umum daerah (RSUD) Prabumulih, Burhan mengungkapkan Jailani dengan sejumlah luka di tubuh.

"Setelah dilakukan visum diketahui korban mengalami sejumlah luka di bagian tubuh, diantaranya di kepala dan di mulut," ujar Burhan.

Burhan menuturkan, luka di kepala ada tiga titik diduga dipukul benda tumpul yang menyebabkan tempurung kepala korban pecah.

"Tempurung di kening pecah, ini lihat saja lembut sekali dan di mulut robek," tambahnya seraya mengatakan jika dilihat bekas luka diduga bekas kekerasan. (eds)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved