Breaking News:

Piala Dunia U-20 Ditunda 2023, Perawatan Fasilitas Akhirnya Diserahkan ke Pemerintah Daerah

Ada enam daerah ditunjuk untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 yakni Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Bali, Jawa Timur, dan Jawa Tengah

Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Menpora RI Dr H Zainudin Amali didampingi Wakil Ketua Umum PSSI Pusat Iwan Budianto mengapresiasi Gubernur Sumsel H Herman Deru SH MM atas keseriusan progres pengerjaan renovasi, pada inspeksi venue FIFA World Cup U-20 di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, Selasa (8/12/2020). 

SRIPOKU.COM -- Ada enam daerah yang ditunjuk untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U 20 2021 yakni Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Bali, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Keputusan itu ditetapkan setelah Piala Dunia U 20 2021 dibatalkan oleh FIFA dengan alasan pandemi Covid-19 masih tinggi.

Meski begitu, Indonesia tetap dipercaya menjadi tuan rumah Piala Dunia U 20 2023 oleh FIFA.

Menteri Pemuda dan Olahraga atau Menpora, Zainudin Amali, mengatakan perawatan stadion dan beberapa fasilitas untuk Piala Dunia U 20 2021 akan diserahkan ke pemerintah daerah.

Sebelumnya Pemerintah Indonesia sudah menyiapkan anggaran untuk renovasi menyambut Piala Dunia U 20 2021 pada Mei-Juni mendatang.

Beberapa renovasi stadion dan fasilitas lainnya langsung dikerjakan, bahkan ada yang sudah selesai.

Zainudin Amali mengatakan bahwa infrastruktur yang sudah dikerjakan akan selesai pada Maret 2021.

Dengan dibatalkannya Piala Dunia U 20 2021, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR) akan tetap merawat dan memelihara fasilitas tersebut sampai akhir 2021.

Baca juga: Kalender Indonesia Terbaru Tahun 2021 - Daftar Libur Paling Banyak Bulan Mei, Download Gratis Disini

Baca juga: Tiga Pemain Timnas Indonesia U-19 Reaktif Covid-19, Shin Tae-yong Menyusul TC ke Spanyol

"Untuk fasilitas-fasilitas yang sudah selesai direnovasi, itu dipersilahkan untuk digunakan," kata Zainudin Amali.

Pria asal Gorontalo itu menambahkan, pada 2022 PUPR nantinya tidak akan merawat dan memelihara fasilitas itu.

Kata Zainudin Amali, pemerintah daerah yang harus bertanggung jawab.

"Kesepakatannya pada 2022, pemerintah daerah yang akan menanganinya secara masing-masing," kata Zainudin Amali.

Adapun untuk akhir 2022, fasilitas untuk Piala Dunia U 20 2023 akan diserahkan kembali ke PUPR, Kemenpora, dan PSSI.

Nantinya dilihat dahulu apakah perlu renovasi lagi atau tidak.

"Apabila sudah diserahkan tapi masih ada perlu diperbaiki, maka PUPR memiliki kewajiban untuk memperbaikinya sampai dengan pelaksanaan Piala Dunia U 20 2023," tutup Zainudin Amali.

Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved