Breaking News:

Asal Usul Santa Claus dan Sinterklas Terinspirasi dari Pria Murah Hati Ini Ketahuan Seusai Meninggal

Dari seinilah cerita sinterklas atau dikenal dengan sebutan populer Santa Cluas lahir dari kisah-kisah penting dalam moment perayaan Natal

Editor: Hendra Kusuma
Ist/handout
Asal Usul Santa Claus dan Sinterklas Terinspirasi dari Pria Murah Hati Ini Ketahuan Seusai Meninggal 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Harimau mati meninggalkan belang, maka manusia meninggal akan meninggalkan alam kebajikan yang selalu dikenang, demikian pula yang terjadi dengan seorang pria atau lebih tepatnya adalah seorang Uskup murah hati dan selalu berbuat bajik.

Sayang kemurahan hatinya itu memang tak pernah tahu, karena dia selalu sembunyi-sembunyi memberikan sesuatu hadiah kepada anak-anak agar termotivasi untuk selalu beribadah dan rajin ke gereja.

Dari seinilah cerita sinterklas atau dikenal dengan sebutan populer Santa Cluas lahir dari kisah-kisah penting dalam moment perayaan Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember.

Moment perayaan Natal adalah moment sakral dan sangat penting bagi umat kristiani, sehingga tak heran jika dirayakan dengan meriah setiap tahun.

Dari sinilah Santa Claus atau sinterklas memulai perjalanan panjangnya dari daerah kutub yang dingin menaiki kereta yang ditarik dengan rusa salju.

Dia melanglang buana dengan kereta terbangnya membawa hadiah yang akan dibagikan kepada anak-anak yang telah dipilihnya karena menunjukkan kebaktian dan pengadiannya untuk agama dan berbuat baik kepada sesama di moment Natal adalah moment kemuculan sang Santa Claus atau sinterklas yang baik hati.

Berikut ini kisah dan Asal Usul Santa Claus dan Sinterklas Terinspirasi dari Pria Murah Hati Ini Ketahuan Seusai Meninggal seperti dilansir dari wartakota:

Apakah Santa Claus Nyata?

Santa Claus ” atau sinterklas sebenarnya nama yang diberikan kepada St. Nicholas, yang merupakan uskup dari Myra di abad ke-4. Ia dikenal sebagai orang yang murah hari dan mau membantu siapa saja.

Setelah ia meninggal, kisah tentang kemurahanhatinya tersebar di seluruh dunia dan ia mulai disebut sebagai “ Sinterklas” di Belanda.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved