Breaking News:

Usia 61 Tahun, Dirut PT Pusri Ungkap Tantangan ke Depan Hingga Kendala Rivalitasi Pabrik 

Pencapaian produksi tahun 2020, realisasinya melampaui target RKAP yaitu pabrik urea sebesar 129 persen, amoniak 127 persen, dan pabrik NPK 122 persen

Editor: aminuddin

Diakui Tri, menghadapi tahun 2021 pihaknya akan melakukan program- program penting, seperti sinergi dengan stakehokde yang ada, meningkatkan loyalitas karyawan pada perusahaan, adaptasi dan shifting, maupun berinovasi secara cepat terhadap perubahan ditengah masa pandemi covid saat ini.

"Maka sesuai arahan pemegang saham, kita akan bertransformasi bukan hanya di industri pupuk, tetapi juga Pusri sebagai pendamping petani.

Nanti kita siapkan komunitas dari hulu hingga hilir dengan pembinaan dan pendampingi ke petani, mulai dari pemupukan dengan baik sehingga menghasilkan kualitas baik dan tepat waktu," tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mengajak petani yang ada, agar tidak tergantung ke pupuk subsidi, dimana solusinya dengan menggandeng pihak perbankan, yang dimana ini sudah diterapkan si Belitung (petani Lada dan Kopi), dan dalam waktu dekat di Kabupaten Banyuasin dalam pengembangan ekosistem agrosolusi.

"Sesuai arahan pak Gubernur, provinsi Sumsel masih urutan ke 4 nasional daerah lumbung pangan, dan ia (Gubernur) punya cita- cita Sumsel masuk ketiga atau kedua nantinya, dan kami akan mensuportnya," katanya.

Pihaknya juga berencana merivaliasi pabrik- pabrik yang sudah dianggap tua dan konsumsi energinya tinggi, serta sudah tidak efisien. 

"Kami tetap berusaha semaksimal mungkin dalam pengembangan pabrik tetap di tanah di Sriwijaya karena Pusri kebanggaan Palembang dan Sumsel, sehingga kita bisa meningkatkan efisiensini dari sisi produksi," ucapnya.

Meski begitu untuk peremajaan itu, pihaknya berharap adanya peran pihak- pihak terkait dalam hal ini pemerintah, sehingga hasil dari peremajaan itu tidak menghambat ekspor pupuk selama ini, karena yang mayoritas distribusi melalui sungai terkendala pendangkalan sungai Musi.

"Persoalan besar di kami yang dilaporkan ke pak gubernur soal pendangkalan sungai Musi.

Oleh karenanya, kita akan koordinasi dengan pemerintah setempat terkait alur itu, yang masih jadi tanggung jawab kementerian PU dan Perhubungan.

Kami melaporkan kesulitan kami masalah speedout, dulu kita bisa melakukan ekspor diatas 11 ribu ton ke beberapa daerah, tapi sekarang hanya sekitar 5 sampai 6 ribu ton saja dan masalah pendangkalan itu akan diselesaikan," pungkasnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved