Breaking News:

Guru dan Karyawan Prodi APHP Berkunjung ke Pengolahan Sereh Wangi di Tanjung Raja, Ogan Ilir

Sukari, (salah satu anggota kelompok tani) mengatakan, dalam berbudidaya sereh wangi perlu memperhatikan jenis bibit yang digunakan, waktu panennya

Guru dan Karyawan Prodi APHP Berkunjung ke Pengolahan Sereh Wangi di Tanjung Raja, Ogan Ilir
ist
SEREH WANGI : Selasa (22/12), Guru dan Karyawan Prodi APHP melakukan kegiatan Kunjungan ke Pengolahan Sereh Wangi di Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. (SRIPOKU.COM/IST)

SRIPOKU.COM, OGAN ILIR - Selasa (22/12), Guru dan Karyawan Prodi APHP melakukan kegiatan Kunjungan ke Pengolahan Sereh Wangi di Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.

Kunjungan ini bertujuan mendapatkan informasi mengenai teknologi pengolahan sereh wangi mulai dari proses penyulingan hingga menghasilkan minyak sereh wangi serta pemanfaatan limbahnya dari proses pengolahan sereh wangi.

Setibanya di Lokasi Pengolahan, seluruh rombongan Guru dan Karyawan di sambut langsung oleh salah satu kelompok tani yang bergerak di bidang budidaya sereh wangi hingga ke pengolahan tanaman sereh wangi

Disampaikan Kaprodi APHP ucapan terima kasih karena telah menyambut baik kedatangan kami disini.

“Selain untuk berkunjung kami ingin menggali wawasan dan pengetahuan mengenai pengolahan sereh wangi dan Pemanfaatan limbahnya di Kecamatan Tanjung Raja ini," katan Erni Prabawati, S.Pi.,MP

Selain itu, untuk melihat apa yang sudah dilakukan di Kelompok Tani Sereh Wangi disini, sementara kami baru mau memulai pengolahan sereh wangi yang bisa di katakan  belum maksimal dalam proses pengolahannya, sehingga adanya pengembangan teknologi melalui kunjungan ke kelompok tani ini sekaligus bertukar pengalaman mengenai penyulingan sereh wangi yang nantinya memiliki nilai output yang bagus.

Sereh wangi merupakan tanaman yang menjadi primodona pertanian bagi kalangan kelompok tani karena pengembangan sereh wangi ini cukup menjanjikan baik minyak sereh wangi nya sendiri yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi namun mampu meningkatkan nilai tambah sereh wangi berupa produk Olahan siap pakai yang berasal dari minyak wangi serta pengelolaan limbahnya.

Sukari, (salah satu anggota kelompok tani) mengungkapkan, dalam berbudidaya sereh wangi perlu memperhatikan jenis bibit yang digunakan, setelah itu  perhatikan pula waktu panennya.

“Biasanya pemanenan tanaman sereh ini kami lakukan pada umur 4 bulan, kemudian di lakukan penyulingan.

Selama proses penyulingan menghasilkan dua produk yaitu air destilasi dan minyak atsiri.

Halaman
12
Editor: aminuddin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved