Breaking News:

Tekan Lonjakan Harga Sembako, Pemprov-Pemkot Gelar Pasar Murah di Empat Lokasi

Pasar murah akan digelar di empat lokasi yaitu di Kecamatan Sako, Sukarami, Alang-alang Lebar dan halaman kantor Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel 

SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Ilustrasi Pasar Murah 

SRIPOKU. COM PALEMBANG - Menjelang akhir tahun harga sejumlah kebutuhan pokok mulai naik seperti menjadi tradisi saat menyambut lebaran. 

Harga naik itu yakni telur ayam ras mencapai Rp 26 ribu per kilo dari semula Rp 22 ribu per kilo.

Harga telur ayam ini naik perlahan setiap minggu sekitar Rp 2 ribu dan saat ini mencapai harga tertinggi setelah sebelumnya pernah dipatok di bawah Rp 20 ribu per kilo.

Harga jual telur ayam ras pada pengecer jauh lebih mahal bahkan mencapai Rp 28-30 ribu per kilo karena biasanya pembeli membeli dalam jumlah kecil yakni 1/4 kg sehingga lebih mahal harganya.

"Biasa kalau natal dan tahun baru harga sembako naik, modalnya naik jadi harga jual juga menyesuaikan," ujar Iwan, pedagang sembako, Senin (21/12/2020).

Dia mengatakan, selain harga mahal saat menjelang akhir tahun, permintaan telur juga naik karena tadinya pandemi dilarang ada hajatan atau keramaian dan sekarang sudah diizinkan ada hajatan sehingga permintaan itu banyak saat akhir pekan membuat harga ikut naik.

Selain harga telur naik, harga sayur mayur juga ikut naik misalnya cabai.

Harga cabai kini menyentuh Rp 60 ribu per kilo untuk cabe jenis cabe rawit setan yang kerap digunakan untuk membuat sambal ayam geprek.

Cabe rawit biasa dihargai Rp 50 ribu per kilo, cabe keriting juga dihargai Rp 50 ribu per kilo.

Harga kol biasanya dihargai Rp 5-6 ribu per kilo kini naik menjadi Rp 10 ribu per kilo.

Halaman
12
Editor: aminuddin
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved