Breaking News:

BPP Kostratani Sembawa Dukung KWT Tunas Harapan, Wujudkan Ketahanan Pangan Melalui KRPL

Kementerian Pertanian di bawah pimpinan Syahrul Yasin Limpo (SYL) mempunyai visi untuk pertanian maju, mandiri dan modern.

Dokumen SMK Sembawa
SMK PP Negeri Sembawa sebagai Unit pelaksana Teknis (UPT) BPPSDMP turut mendukung program kostratani dengan bekerjasama dengan BPP Kecamatan Sembawa 

SRIPOKU.COM - Kementerian Pertanian di bawah pimpinan Syahrul Yasin Limpo (SYL) mempunyai visi untuk pertanian maju, mandiri dan modern.

Dengan berbagai program kerja untuk mewujudkan kesejahtaan petani dan pemenuhan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia, dengan salah satu program andalan Kementan yaitu kostratani.

Program kostratani dipimpin langsung oleh kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

Dedi menjelaskan kostratani adalah pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan, yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dengan memanfaatkan IT dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

SMK PP Negeri Sembawa sebagai Unit pelaksana Teknis (UPT) BPPSDMP turut mendukung program kostratani dengan bekerjasama dengan BPP Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan dengan salah satu wilayah binaan BPP Sembawa adalah Desa Pulau Harapan.

Bentuk pembinaan dan pendampingan BPP Kostratani Sembawa salah satunya adalah pembinaan terhadap Kelompok Wanita Tani ( KWT).

Desa Pulau Harapan memiliki KWT Tunas Harapan berdiri tahun 2019 dibantu oleh Dinas Ketahana Pangan Kabupaten Banyuasin.

Pada Kamis (17/12/2020) Tim Kostratani SMK PP Negeri Sembawa didampingin Koordinator Penyuluh BPP Sembawa melakukan monitoring dan evaluasi di KWT Tunas Harapan, SMK PP Negeri Sembawa pada pertengahan tahun 2020 memberikan bibit buah 40 jambu Kristal dan 10 jambu madu yang telah disebarkan kepada 30 anggota KWT untuk ditanam diperkarangan rumah.

Ketua KWT Tunas Harapan Silviana menjelaskan saat ini KWT Tunas Harapan telah berkembang dan memiliki 5 Kelompok, dengan mengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Dengan adanya KRPL ini adalah ibu rumah tangga dapat berhemat dengan tidak membeli lagi sayur karena telah tersedia di perkarangan, menambah kas kelompok, dan saat ini KWT sudah ada nya olahan.

Halaman
12
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved