Breaking News:

Mengenang Perjalanan Hidup Alm. Ustad Taufik Hasnuri, Sedari Kecil Sudah Ikut Memandikan Jenazah

Kepergian sang Da'i kondang betul-betul dipenuhi rasa haru, tidak sedikit dari para pelayat saat itu tak mampu menahan air matanya saat ikut mengiring

Editor: Ahmad Sadam Husen

"Jadi diajak pak cek dari umur 8 tahun la melok mandike wong meninggal, jadi umur 10 tahun la biso mandike," sambungnya.

Namun, kegiatannya dalam memandikan jenazah juga sempat mendapat pertentangan dari beberapa orang.

Ada beberapa orang yang sempat menyarankan Ustadz Taufik berhenti menjadi pemandi jenazah.

"Sempet ado yang dak setuju, ngasih saran, bedaklah pek kau tuh masih mudo, mandike jenazah tuh tugas uong tuo, biarla uji aku sekalian aku belajar," ujar Ustadz Taufik.

"Jadi kito nih meloki agok uwong tuo, kito belajar kepacakan uong tuo, kebetulah ayah jugo guru ngaji, Ustaz Muhammad Hasnuri," katanya.

"Jadi dari tahun 1984 sampe 1990, itu di Palembang banyak yang mandike jenazah tuh galak dak galak, apolagi pas usio mudo katek, banyak yang lah tuo-tuo."

"Jadi waktu zaman itu cuma aku yang galak mandike jenazah, jadi kami keleleng samo dibantu dengan ponakan aku nyari yang ninggal."

"Mano zaman dulu tuh kan, uong ninggal kan dipikul jadi keleleng, jadi kalo ditanyo karir awal kehidupan itu aku galak agoki wong kampung, jadi dari situlah aku belajar."

Di sisi lain, orangtuanya tetap mendukung dan mengarapkan untuk tetap mengikuti dan belajar di bidang keagamaan terutama memandikan jenazah.

===

Dakwah dan Ceramah adalah Sebuah Kewajiban

Para pegawai di lingkungan Disdik Sumsel ketika mendengarkan ceramah oleh Ustad H Taufik Hasnuri, Rabu (14/8/2013). Ceramah disampaikan dalam acara halal bihalal yang diikuti sekitar 600 pegawai Disdik Sumsel.
Para pegawai di lingkungan Disdik Sumsel ketika mendengarkan ceramah oleh Ustad H Taufik Hasnuri, Rabu (14/8/2013). Ceramah disampaikan dalam acara halal bihalal yang diikuti sekitar 600 pegawai Disdik Sumsel. (SRIPOKU.COM/DAMAYANTI PRATIWI)

Ustaz Taufik Hasnuri juga mengungkapkan jika ceramah merupakan sebuah kewajiban.

"Jadi ada amanah dari Allah hendaklah kita menyampaikan, karena setiap kita ini juru dakwah," ucapnya.

Ia juga menuturkan jika ceramah ini bukan suatu pekerjaan.

"Muballigh ini bukan pekerjaan, kareno pekerjaan itu digaji, kalo pun dienjuk duet itu namonyo bonus," pesannya.

Ia pun menegaskan jika ceramah itu bukan suatu pekerjaan, melainkan suatu kewajiban.

===

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved