Breaking News:

Mengenang Perjalanan Hidup Alm. Ustad Taufik Hasnuri, Sedari Kecil Sudah Ikut Memandikan Jenazah

Kepergian sang Da'i kondang betul-betul dipenuhi rasa haru, tidak sedikit dari para pelayat saat itu tak mampu menahan air matanya saat ikut mengiring

Editor: Ahmad Sadam Husen

Bahkan, ia sering ikut mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman dengan berjalan kaki meski jaraknya sangat jauh.

Hal ini lah yang lambat laun mengantarkan pria kelahiran 9 Februari 1974 iniuntuk semakin mendalami agama Islam.

Termasuk dalam mendalami ilmu Fiqih dan Tauhid Islam.

"Perlahan dengan sendirinyo, kareno memang wong tuo jugo di bidang keagamaan, akhirnyo biso seperti sekarang," ujar Ustad Taufik melanjutkan.

===

Perjalanan Dakwah

Ribuan anak yatim dan kaum dhuafa menyerbu tempat pengajian Majelis Taklim Raudatul Ilmi pimpinan Ustadz H Taufik Hasnuri di Jl KH Azhari, 12 Ulu Palembang, untuk mendapatkan Bubur Asyura, Jumat (23/10/2015).
Ribuan anak yatim dan kaum dhuafa menyerbu tempat pengajian Majelis Taklim Raudatul Ilmi pimpinan Ustadz H Taufik Hasnuri di Jl KH Azhari, 12 Ulu Palembang, untuk mendapatkan Bubur Asyura, Jumat (23/10/2015). (SRIPOKU.COM/SYAHRUL HIDAYAT)

Ustaz Taufik Hasnuri dikenal mengawali dakwah karena diarahkan oleh orangtuanya.

"Alhamdulillah dari merintis karir, dak pulok besak karirnyo sehinggo banyak kawan, banyak yang kenal, memang dari awal memang lebih banyak ngikuti aktivitas wong kampung," ujarnya.

"Dari kecil sekitar umur 12 tahunan, tapi cuma umur 8 tahun di kampung tuh la agak berani, di kampung tuh ado keluargo bilal mandike wong meninggal, Mas Agus Zainal Abidin Bin Mas Agus Abdul Azis, namonyo Cek Bidin," lanjutnya.

"Parak rumah tuh ado wong meninggal namonyo Ahmad Nawawi bin Sidik, jadi ngerewangi ibuk," tambah ustaz kondang ini.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved