Breaking News:

OKU Selatan Diprediksi Nihil Pengajuan Perselisihan Pilkada ke MK, Desember Penetapan Calon Terpilih

KPU OKU Selatan menyebut pemilukada antara paslon melawan kolom kosong diwilayahnya tak memiliki perkara pengajuan perselihan ke Mahkamah Konstistusi

SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Rapat pleno KPU OKU Selatan beberapa hari lalu, Jumat (18/12/2020). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA -- Komisi Pemilihan Umum atau KPU OKU Selatan menyebut pemilukada antara paslon melawan kolom kosong (koko) diwilayahnya tak memiliki perkara pengajuan perselihan ke Mahkamah Konstistusi (MK) dalam Pilkada.

Hal itu tentunya akan memperlancar proses penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati terpiih di Pilkada Bumi Serasan Seandanan sebagai wilayah kondusif dengan hasil penetapan dan pengumuman hasil perolehan suara paslon 96,16 persen.

Kendati demikian MK memberikan waktu tiga hari pihak kotak kosong melakukan pengajuan perselisihan atau PH Pilkada penetapan ke lembaga Mahkamah Konstitusi (MK) pasca penetapan dan pengumuman hasil perolehan suara Rabu (16/12) lalu.

"Kita kecil kemungkinan ada pengajuan PH Pilkada, akan tetapi ada waktu tiga hari untuk orang-orang yang mempunyai hak pengajuan pasca penetapan dan pengumuman hasil perolehan suara,"ujar Ketua KPU OKU Selatan Ade Putra Marthabaya, SH. Jumat (18/12).

Baca juga: Siaga Natal dan Tahun Baru, Basarnas Palembang Siapkan 50 Pesonil Hingga 18 Hari, Berikut Tugasnya

Baca juga: 33 Gerai KFC Ditutup Sementara Akibat Pandemi

Ketua KPU Ade, menyebut nantinya pasca waktu tiga hari hingga besok Sabtu (19/12) namun tak ada pengajuan dari wilayah Kabupaten OKU Selatan MK akan merilis Buku Regitrasi Perkara Konstusi (BRPK) daerah-daerah PH Pilkada.

Artinya, khusus bagi wilayah-wilayah yang memiliki pengajuan perselisihan Pilkada akan ditunda hingga keputusan MK, Kendati demikian OKU Selatan yang sementara ini diketahui nihil laporan akan menetapkan Cabup/Cawabup terpilih sesuai aturan PKPU.

"Tetapi bagi daerah yang tidak termasuk PH Pilkada dalam rilisan buku registrasi harus menetapkan calon terpilih maksimal lima hari setelah keluarnya buku itu," ujar Ade.

Ade mengatakan, pasca tiga hari pengajuan PH Pilkada berkemungkinan buku tersebut akan diterima KPU Kabupaten/Kota akan menerima pada tanggal 20 Desember sehari pasca berakhirnya masa pengajuan.

Setelahnya, berdasarkan PKPU bagi wilayah yang nihil pengajuan PH Pilkada, KPU akan mengumumkan 5 hari setelah dikeluarkan KPU-RI untuk penetapan calon terpilih.

Sedangkan logistik kotak suara beserta surat yang terpakai dan tidak terpakai telah berhasil dikumpulkan di KPU pasca perhitungan penetapan dan pengumuman hasil perolehan suara di Gedung Agmaratezha lalu.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved