Breaking News:

Mahasiswa KKN Stisipol Candradimuka Bantu Branding UMKM Desa Suka Mulia di Tengah Pandemi COVID-19

Mahasiswa  Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke XXIV STISIPOL Candradimuka Palembang  memberikan inovasi terhadap UMKM pembuat oyek di Desa Suka Mulia OKI

SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA, HANDOUT
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke XXIV STISIPOL Candradimuka Palembang memberikan inovasi terhadap UMKM pembuat oyek di desa Suka Mulia Kabupaten Ogan ilir, Sumatra Selatan di tengah pandemi COVID-19, Jumat (18/12/2020) 

Laporan wartawan Sripoku.com,  Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Mahasiswa  Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke XXIV STISIPOL Candradimuka Palembang
 memberikan inovasi terhadap UMKM pembuat oyek di Desa Suka Mulia Kabupaten Ogan ilir, Sumatra Selatan di tengah pandemi COVID-19, Jumat (18/12/2020)

Inovasi yang diberikan yakni terhadap produk packaging, branding, pemasaran, serta memperkenalkan dan mengaplikasikan apa yang mereka dapat dari desa sebagai kewirausahaan mandiri. 

"Dampak yang terjadi saat ini karena pandemi membuat masyarakat harus bertahan.

Untuk itu mahasiswa memberikan pelatihan bagaimana mengangkat produk agar dikenal konsumen di luar sana, " ujar Dosen Pembimbing Lapangan KKN Stisipol Chandradimuka Konita Turania, S Sos, M.Si. 

Menurutnya, tujuan KKN ini adalah mencari solusi dari setiap permasalahan yang ada di desa, yang mana mahasiswa sebagai inisiator dalam pemecahan permasalahan dengan melalui transfer ilmu yang sudah mereka dapat di perkuliahan dan dibagikan kepada masyarakat. 

"Untuk kedepannya saya berharap desa Suka Mulia akan menjadi desa binaan STISIPOL candradimuka, karena kegiatan KKN ini tidak hanya sebatas ini dapat saya ingin ada program selanjutnya untuk desa ini, "katanya.

Selain itu, Konita mengungkapkan jika pihaknya akan mencoba bekerjasama agar dapat menciptakan produk unggulan dari desa Suka Mulia dengan mentransfer ilmu pengetahuan kepada masyarakat.

"Kami akan terus coba bantu memberikan inovasi lagi agar UMKM Oyek di desa ini maju hingga luar daerah, " ungkapnya.

Baca juga: Bacaan Niat dan Panduan Tata Cara Salat Jumat yang Baik dan Benar, Lengkap Doa Setelah Sholat Jumat

Baca juga: 4 Tips Berikut Ini Bisa Dicoba Ketika Anda Ingin Buka Usaha Kuliner

Baca juga: Tips Merawat Janda Bolong Tanaman Hias dari Marga Monstera, tak Sesulit Anggapan Banyak Orang

Sementara itu, Kades Suka Mulia, Imam Arifin mengatakan hampir 90 persen  warganya merupakan pembuat makan khas desanya yakni Oyek. 

"Bahkan oyek menjadi kebutuhan makan sebagai pengganti beras, walaupun tetap beli beras tapi mereka masih mengkonsumsi oyek, " katanya. 

Dirinya menjelaskan jika oyek merupakan makanan pengganti beras yang terbuat dari Ubi. Bahkan oyek bagus dikonsumsi bagi mengidap penyakit diabetes. 

"Makanan orang kampung tapi mempunyai manfaat luar biasa bagi kesehatan terutama bagi diabetes, " jelasnya. 

Dirinya pun mengharapkan agar para peserta KKN T tidak hanya dapat membantu cuman sekali saja dalam mempromosikan oyek akan tetapi berkelanjutan hingga oyek dapat dinikmati ke luar daerah. 

"Jangan hanya sekedar KKN T saja minta tolong minta pemasaran oyek agar bisa mempromosikan makanan khas kami kedunia luar sana, apalagi oyek tidak hanya mengenyangkan tapi ada banyak manfaat terkandung dalam oyek, "ujar Imam.

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved