Breaking News:

Berita Palembang

Pasca Pilkada Kasus Covid-19 di Sumsel Alami Kenaikan, Tertinggi 7 Daerah yang Gelar Pesta Demokrasi

Kasus Covid-19 di Provinsi Sumsel alami kenaikan pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020 kemarin.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ilustrasi Virus Corona 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kasus Covid-19 di Provinsi Sumsel alami kenaikan pasca Pemilihan kepala daerah atau Pilkada serentak 9 Desember 2020 kemarin.

Peningkatan kasus Virus Corona tertinggi terjadi pada tujuh daerah yang menyelenggarakan pesta demokrasi tersebut. 

Epidemiolog Sumsel, Dr. Iche Andriyani Liberty M.Kes mengungkapkan, dari data yang tercatat pada periode 1 hingga 13 Desember 2020 lonjakan kasus meningkat menjadi 824 orang.

Dibanding periode sebelumnya yakni 17 November hingga 30 November 2020, kasus konfirmasi positif di Sumsel mencapai 658 orang.

"Ada lonjakan 168 kasus berselang usai Pilkada Serentak 2020 kemarin," katanya,  Kamis (17/8/2020).

Ia menjelaskan, indikator lain meningkatnya kasus Covid-19 di Sumsel adalah pendeknya waktu capaian 1.000 kasus di Sumsel.

Baca juga: Update Covid-19 di PALI 17 Desember, Sepekan Ini Ada Satu Orang Per Hari Positif Virus Corona

Baca juga: Tikam dan Mutilasi Ibunya Hidup-hidup, Selebgram Ini Tertawa saat Sidang

Untuk periode Oktober dibutuhkan waktu 32 hari peningkatan seribu kasus.

Sedangkan setelah Oktober, peningkatan terus terjadi sehingga seribu kasus dalam waktu 17 hari. 

"Jumlah kasus positif di Sumsel memang meningkat terus, khususnya di daerah Pilkada Serentak 2020 lalu, bahkan Palembang kembali masuk zona merah," jelas Iche. 

Menurutnya, saat ini sulit membuat kesimpulan mengenai klaster Pilkada setelah pemungutan suara.

Sebab, semua proses Pilkada sulit terpantau, pihaknya tidak meyakini semua proses pelaksanaan pilkada dapat mematuhi seluruh prosedur protokol kesehatan

"Tidak ada jaminan  semua petugas dan pemilih terbebas dari Covid-19," ungkapnya. 

Sementara itu, anggota Komisioner KPU Sumsel, bidang Divisi Sosialisasi, Paramas dan SDM, Amran Muslimin mengatakan, pihaknya menjamin pelaksanaan protokol kesehatan telah dilakukan sesuai ketentuan dengan melakukan pemeriksaan swab bagi setiap penyelanggara Pilkada

"Protokol kesehatan telah kita laksanakan sebaik mungkin, kami berharap hasil dari pilkada serentak beberapa waktu lalu tidak menjadi klaster," harapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved