Breaking News:

Sumsel Urutan Ketiga Provinsi Tergraduasi KPM PKH Tahun 2020 Tertinggi di Luar Pulau Jawa  

“Keluarga miskin yang sebelumnya tidak mendapatkan bantuan maka dengan adanya yang graduasi otomatis mereka mendapatkan giliran menjadi KPM,” imbuhnya

Sumsel Urutan Ketiga  Provinsi Tergraduasi KPM PKH Tahun 2020 Tertinggi di Luar Pulau Jawa  
ist
PENGHARGAAN : Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Pepen Nazaruddin (depan) bersama dengan Direktur Jaminan Sosial Keluarga, Rachmat Koesnadi,(belakang) memberikan penghargaan kepada pendamping program keluarga harapan (PKH) yang berhasil melakukan graduasi KPM terbanyak di undang ke Jakarta, beberapa waktu lalu. (SRIPOKU.COM/IST)

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) mencatat jumlah graduasi Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) telah melebihi target yang ditentukan yaitu sebanyak satu juta KPM.

Berdasarkan data tersebut, sebanyak 1.179.304 KPM PKH telah menyatakan keluar dari kepesertaan PKH pada tahun 2020.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI, Pepen Nazaruddin di Jakarta, menjelaskan, berdasarkan data per 30 November, jumlah tersebut telah melebihi target graduasi yang telah ditentukan yakni sebanyak 10 persen dari total 10 juta KPM PKH

"Untuk bulan Desember kita masih melakukan perhitungan detailnya,” jelasnya, Selasa (15/12/2020).  

Pepen menyebutkan, dari total KPM graduasi tersebut, Kemensos mencatat ada dua jenis graduasi yang terjadi di PKH pada tahun ini yaitu graduasi secara mandiri sebanyak 341.773 KPM dan graduasi secara alamiah sebanyak 837.531 KPM. 

Sedangkan, provinsi yang paling banyak graduasi KPM PKH yaitu Jawa Tengah  258.989 KPM, Jawa Timur  225.183 KPM, Jawa Barat sebanyak 217.184 KPM.

Untuk wilayah luar Jawa tercatat provinsi Lampung menduduki peringkat pertama sebanyak 48.558 KPM, di tempat kedua provinsi Sumatra Utara sebanyak 40.520 KPM dan di urutan ketiga Sumatra Selatan dengan 36.262 KPM.

Dia mengatakan, graduasi mandiri adalah mereka yang secara sukarela mengundurkan diri dari penerima bantuan PKH.

Hal ini biasanya dikarenakan perekonomian KPM mulai membaik. 

"Sedangkan graduasi secara alamiah adalah KPM sudah tidak mempunyai lagi unsur penerima, misalnya yang tadinya menerima bantuan karena ada unsur anak sekolah, namun pada perjalanannya anak-anak mereka sudah selesai sekolah semua,” tambah Pepen. 

Halaman
123
Penulis: Jati Purwanti
Editor: aminuddin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved