Gubernur Sumsel Herman Deru Imbau Rayakan Natal dan Tahun Baru Perhatikan Protokol Kesehatan

Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengimbau masyarakat Sumsel untuk merayakan hari raya Natal dengan menerapkan protokol kesehatan.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Gubernur Sumsel Herman Deru, mengimbau masyarakat Sumsel untuk merayakan hari raya Natal dan Tahun Baru dengan menerapkan protokol kesehatan. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021 tinggal menghitung hari.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengimbau masyarakat Sumsel untuk merayakan hari raya Natal dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Sebentar lagi masyarakat Sumsel, khususnya umat Kristiani, akan merayakan Natal, rayakanlah tapi dengan prokes. Begitu juga dengan tahun baru," katanya, Senin (14/12/2020).

Momen libur akhir tahun pun biasanya dimanfaatkan berbagai kalangan untuk berlibur.

Herman Deru menyarankan, kegiatan berlibur di masa pandemi Covid-19 dilakukan berbagai daerah tujuan wisata di dalam provinsi Sumsel saja. 

Menurut dia, dengan berlibur di wilayah Sumsel dapat membantu pengusaha di tempat pariwisata agar okupansi hotel, restoran dan lainnya dapat meningkat. 

"Untuk masyarakat yang mau liburan tidak usah ke luar Sumsel, banyak tempat wisata contohnya Pagaralam," ujarnya.

Baca juga: Ketua Umum FPI dan Panglima Laskar FPI Diperiksa, Sudah 10 Jam

Baca juga: Ucapan Selamat Natal Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris Untuk Dibagikan Melalui WA, IG, dan FB

Sebelumnya, Ahli Epidemiologi Sumsel, Iche Andriany Liberty, menyebutkan, dia memahami perasaan masyarakat yang telah jenuh dengan aktivitas harian di masa pandemi sehingga memunculkan keinginan untuk barang sejenak mengambil waktu untuk berlibur. 

"Masyarakat sudah mulai lelah, ingin berlibur. Tetapi, yang harus diperhatikan saat ingin berlibur harus dipastikan kondisi tubuh fit tidak sakit," kata Iche. 

Dia menambahkan, bila ingin berwisata mau tidak masyarakat harus melakukan rapid test antigen. Hal ini karena rapid test antibodi yang banyak dilakukan oleh masyarakat ketika hendak bepergian hasilnya kurang akurat untuk deteksi dini virus korona. 

Rapid test antigen dilakukan dengan mengambil sampel lendir dari hidung atau tenggorokan melalui proses swab. Untuk memberikan hasil yang lebih akurat, pemeriksaan rapid test antigen perlu dilakukan paling lambat lima hari setelah munculnya gejala Covid-19.

"Rapid tes antigen bukan dilakukan 14 hari, tapi hari itu juga. Sebelum dan selesai liburan langsung rapid test antigen lagi," jelas Iche. 

Daerah tujuan wisata selama pandemi pun harus daerah yang bukan termasuk zona merah Covid-19. Sementara itu, untuk obyek wisata pun lebih disarankan obyek wisata yang bersifat luar ruangan seperti pantai atau objek wisata alam lainnya.   

Selain itu, selama di tempat wisata, masyarakat juga harus mampu menjaga diri dengan mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan rajin mencuci tangan dengan sabun. Hal ini dikarenakan di tempat wisata kemungkinan besar berbagai fasilitasnya disentuh oleh banyak orang. 

"Jangan berkerumun di tempat wisata, pilih tempat wisata yang aman. Mari saling menjaga di masa pandemi ini." ujar Iche.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved