Breaking News:

Poltekpar Palembang Bangun Hotel Bintang 4 Senilai Rp 90 Miliar

Tak tanggung-tanggung, nilai pembangunan hotel ini mencapai Rp 90 miliar yang berasal dari dana Kementerian Pariwisata.

Editor: Welly Hadinata
Poltekpar Palembang Bangun Hotel Bintang 4 Senilai Rp 90 Miliar
IST
Poltekpar Palembang Bangun Hotel Bintang 4 Senilai Rp 90 Miliar

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Politeknik Pariwisata ( Poltekpar ) Palembang segera memiliki hotel bintang empat untuk proses pembelajaran mahasiswanya.

Tak tanggung-tanggung, nilai pembangunan hotel ini mencapai Rp 90 miliar yang berasal dari dana Kementerian Pariwisata.

Direktur Poltekpar Palembang, Zulkifli Harahap mengatakan, pembangunan Hotel Poltekpar Palembang
telah dibangun beberapa waktu lalu.

Pasalnya, hotel ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa.

“Mereka kita latih sehingga mereka memiliki kompetensi yang mumpuni. Sehingga pada saatnya nanti
ketika lulus mereka bisa terserap sesuai dengan apa yang diharapkan industrinya,” ungkap Zulkifli pada
acara Dies Natalis ke-3 serta Peresmian Gedung Poltekpar Palembang di Jakabaring, beberapa waktu
lalu.

Lokasi pembangunan Hotel Poltekpar Palembang berada tepat disamping Kantor Rektorat.

Baca juga: Kembangkan Sport Tourism Poltekpar Palembang Gandeng PT Jakabaring Sport City

Baca juga: Poltekpar Palembang Sukses Gelar Event Tourism Youth Football League 2020, Poltekpar Bali Juara 1

Baca juga: Poltekpar Palembang Gelar Diseminasi Akhir Penelitian Institusi Kolaborasi dan Kelompok

Hotel ini akan dibangun dengan tinggi tujuh lantai dan 120 ruangan. Kedepannya, hotel ini akan dikomersilkan untuk masyarakat umum yang ingin menginap di hotel di kawasan Jakabaring.

“Kita akan kelola sendiri dan dijadikan tempat praktik mahasiswa untuk empat program studi yang ada
di Poltekpar Palembang,” lanjut dia.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar RI, Ni Wayan Giri
Adnyani mengharapkan, Poltekpar Palembang dapat menghasilkan insan-insan pariwisata yang handal,
berstandar global, namun juga tidak melupakan kearifan lokal.

“Karena diera 4.0 ini harus siap bersaing, siapa yang cepat dia yang akan menang. Bukan yang besar
mengalahkan yang kecil, karena kita bersaing dengan teknologi,” ungkap Adnyani.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved