Breaking News:

Tangkap Dua Menteri yang Dekat Orang Besar, Ketua KPK Firli Bahuri Panen Pujian

Gebrakannya mencokok 2 menteri, tentu membuat pejabat korup yang lain, merasa terancam.

ISTIMEWA/HANDOUT
Ketua KPK Firli Bahuri 

Jenderal kelahiran Desa Lontar, OKU, Sumatera Selatan kini disorot publik. Kepimimpinan Komjen Firli Bahuri di KPK patut diacungi jempol. Karena berhasil membongkar kasus korupsi di dua kementerian.

Komjen. Pol. Drs. Firli Bahuri, M.Si. (lahir di Lontar, Muara Jaya, Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, 8 November 1963; umur 57 tahun) adalah polisi Indonesia. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019–2023.

Firli tercatat pernah menjabat sejumlah jabatan penting. Ia pernah menjabat ajudan Wakil Presiden RI Boediono. Ia kemudian menjabat Wakil Kepala Kepolisian Daerah Banten, Karopaminal Divpropam Polri, Kepala Kepolisian Daerah Banten, Karodalops Sops Polri, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Deputi Penindakan KPK, Kepala Kepolisian Daerah Sumatra Selatan dan terakhir sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri.

Baca juga: Mensos Tersangka Korupsi Bansos Covid, KPK Gali Aliran Dana Suap

Gebrakannya mencokok 2 menteri, tentu membuat pejabat korup yang lain, merasa terancam. Demikian dikatakan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane.

"IPW menilai, tentu tak mudah untuk meringkus dua menteri yang sangat dekat dengan kekuasaan. Tapi sebagai jenderal bintang tiga Polri, Firli sudah membuktikan bahwa dirinya bisa," kata Neta kepada Warta Kota, Minggu (6/12/2020).

Kerja profesional Firli ini, kata Neta, tentu patut dipuji dan diapresiasi.

Baca juga: Mensos Juliari P Batubara, Ibunya Dulu Penjual Gado-gado Demi Hidupi Keluarga, Ayahnya Politisi

"Sebab kinerja Firli akan membuat para pejabat lain yang korup 'makin ngeri ngeri sedap'," katanya.

Sebab Menteri Kelautan yang nota bene orang dekatnya Prabowo Subianto, tokoh oposisi yang sudah merapat ke Presiden Jokowi berhasil diringkus Firli.

"Lalu yang kedua, Menteri Sosial yang nota bene orang dekatnya Ketua Umum PDIP Megawati," ujarnya.

Kasus ditangkapnya dua menteri Jokowi dalam satu pekan terakhir ini, menurut Neta, juga menunjukkan bahwa presiden Jokowi sudah melakukan kesalahan besar dalam memilih para pembantunya.

Halaman
12
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved