Janda Muda Bos Arisan Ditangkap

Mulanya Korban Kini Jadi Pelaku, Cerita Lusi Janda Muda Penipu Anggota Arisan Online di OKU Selatan

Member yang telah lebih dulu mendapat giliran melarikan diri sehingga ia harus menderita kerugian mencapai Rp 124 juta.

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Refly Permana
sripoku.com/alan
Gelar perkara penangkapan Lusi Tania di Mapolres OKU Selatan, bos bandar arisan online yang dilaporkan para anggotanya sudah melarikan uang arisan. 

SRIPOKU.COM, MUARADUA - Pasca buron lebih dari tiga pekan, Lusi Tania (22) bandar arisan pelaku penggelapan uang akhirnya diamankan petugas kepolisian dari Satreskrim Mapolres OKU Selatan.

Sebagai tulang punggung keluarga, janda muda warga Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan Sumatera Selatan (Sumsel) mulai menggeluti bisnis arisan online sejal nulan Juni 2020 lalu dan mulai bermasalah sejak di Bulan November.

Penyebab bisnis arisan online mulai bermasalah setelah ia ditipu oleh salah seroang member arisan yang berjenis duel atau arisan diikuti oleh dua orang member (anggota) dalam artian anggota penarik pertama diibaratkan sebagai peminjam dan orang terakhir sebagai peminjam namun dengan bunga 20 persen.

Baca juga: Rano Karno Warga Muba & Pemilik Tambang Pasir Ilegal di Sekayu Ditangkap, Sering Bikin Jalan Longsor

Nasib sial menimpanya, member yang telah lebih dulu mendapat giliran melarikan diri sehingga ia harus menderita kerugian mencapai Rp 124 juta, menutupi penagih arisan sebagai investor. 

Kala itu, tepatnya bulan Agustus lalu, Lusi sempat melapor ke Mapolres OKU Selatan sebagai korban dengan melampirkan kerugian mencapai Rp 64 juta.

Disamping itu, sebagai tulang punggung keluarga dan tidak memiliki penghasilan lainnya, uang arisan para member digunakan untuk keperluan sehari -hari. 

Terus didesak oleh anggota, Lusi bersama keluarganya memutuskan untuk melarikan diri kerumah tantenya di wilayah Kota Jombang, Provinsi Jawa Timur. 

Baca juga: Orangtuanya Justru Tak Sedih Mengetahui Anaknya Tewas Ditembak Polisi Saat Kawal Habib Rizieq

Bisnis arisan online yang kerap dipromosikan lewat akun media sosial dan WhatsApps hingga melakukan give away berdampak pada kepercayaan para korban mulai dari kalangan pihak anggota kepolisan, bhayangkari, pegawai PNS, Bidan hingga ibu-ibu rumah tangga ikut bergabung.

Menurtnya, total sebanyak 55 orang korban bergabung mengikuti bisnis arisan online yang digelutinya sebelum viral teedapat 21 orang bermasalah dengan total kerugian para korban mencapai Ro 388 Juta.

Terpisah Kapolres OKU Selatan AKBP Zulkarnain Harahap SIK melalui Kasatreskrim AKP Apromico SIK, MH membenarkan telah mengamankan tersangka tersangka penggelapan uang arisan online Lusi di Jawa Timur.

Kediaman korban Lusi Tania dan keluarga di wilayah Kampung Sawah Kelurahan Pasar Kecamatan Muaradua OKU Selatan, Selasa (24/11/2020).
Kediaman korban Lusi Tania dan keluarga di wilayah Kampung Sawah Kelurahan Pasar Kecamatan Muaradua OKU Selatan, Selasa (24/11/2020). (sripoku.com/alan)

"Telah kita amankan tersangka L, kasus penggelapan dan penipuan yang bermodus arisan online tersangka atas nama L," ujar Apromico saat press release di Kantor Satreskrim Mapolres OKU Selatan, Senin (7/12/2020).

Baca juga: Terowongan Eks Tambang Rakyat di Muarenim Terbakar, Asap Hitam Penuhi Lahan PT Bumi Sawindo Permai

Dikatakan AKP Apromico, tersangka yang sempat melarikan diri ke wilayah Jawa Timur tersebut dikenakan pasal 372 dan 378 tentang penggelapan dan penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Petugas mengamankan Barang Bukti (BB) empat buah buku tabungan dan 4 kartu ATM daro berbagai jenis bank berbeda dan kuitansi dan buku berisi catatan data para korban.

Lusi yang berstatuskan janda muda ini sudah meninggalkan rumahnya yang ada di Kelurahan Pasar, Kecamatan Pasar, OKU Selatan.

Baca juga: Video Nathalie Holscher Rela Lakukan Ini Tengah Malam Untuk Penuhi Permintaan Putra Bungsu Sule

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved