Kasus OTG Lebih Banyak Pasca Ditutupnya Wisma Atlet Jakabaring Tempat Isolasi Mandiri September Lalu

Ahli Epidemiologi Sumsel, Dr Iche Andriyani Liberty SKM M Kes khawatir rendahnya tingkat kepatuhan OTG dalam menjalani isolasi mandiri selama di rumah

Penulis: maya citra rosa | Editor: aminuddin
Istimewa/handout
ilustrasi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasus konfirmasi Covid-19 di Sumsel masih didominasi oleh asimptomatik atau orang tanpa gejala (OTG).

Menurut data yang ada per tanggal 30 November 2020 persentase kasus isolasi mandiri lebih banyak yaitu 65,82 persen dibandingkan dengan pasien dirawat di RS yaitu 34,18 persen.

Ahli Epidemiologi Sumsel, Dr Iche Andriyani Liberty SKM M Kes khawatir rendahnya tingkat kepatuhan OTG dalam menjalani isolasi mandiri selama di rumah. 

Hal ini juga dapat dipengaruhi oleh penutupan wisma atlet Jakabaring sebagai tempat isolasi mandiri bagi OTG, gejala ringan, ODP dan PDP sejak bulan September 2020 lalu.

"Kemungkinan itu ada, karena pasien yang tidak disiplin dan patuh, pada prinsipnya tidak mungkin dapat diawasi selama 24 jam ketika mereka isolasi mandiri di rumah," ujarnya Senin, (7/12/2020).

Selain itu, tidak semua OTG mendapatkan ruangan sendiri selama di rumah, dan belum tentu bisa dipastikan tidak kontak dengan anggota keluarga di rumahnya. 

"Rata-rata isi rumah itu ada empat orang, tapi tidak bisa dipastikan itu bisa menjalani isolasi mandiri dengan benar," katanya.

Menurutnya, seharusnya setiap kabupaten atau kota harus mempunyai fasilitas wisma sehat tersebut sebagai tempat isolasi mandiri.

Namun bukan cuma punya, juga harus dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai.

"Sebenarnya wisma sehat seperti wisma atlet Jakabaring itu bisa jadi salah satu solusi untuk memperketat isolasi mandiri, seperti di DKI Jakarta," jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved