Breaking News:

Pembunuhan di Prabumulih Masalah Ayam

JUMAT Sempat Sembunyi di Kebun Karet, Ditemani Keluarga Serahkan Diri ke Polsek Prabumulih Barat

Sejak kejadian pembunuhan sekitar pukul 06.30, Jumat kabut dan bersembunyi di salah satu kebun karet desa Tanjung Telang.

Tribun Sumsel/Edison
Jumat (50), warga Dusun 1 Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat kota Prabumulih diamankan jajaran Satreskrim Polres Prabumulih. 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Setelah sempat kabur setelah membunuh sepupu sendiri bersama anak, akhirnya Jumat (50) warga Dusun 1 Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat kota Prabumulih diamankan jajaran Satreskrim Polres Prabumulih.

Jumat diamankan polisi setelah menyerahkan diri ke jajaran Polsek Prabumulih Barat, pada Minggu (7/12/2020) sekitar pukul 23.00.

Sejak kejadian pembunuhan sekitar pukul 06.30, Jumat kabut dan bersembunyi di salah satu kebun karet desa Tanjung Telang.

Sementara anaknya Erik Ustrada (25) lebih dulu menyerahkan diri ke petugas kepolisian usai melakukan pembunuhan terhadap Soldin (50).

Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SH SIk MH didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman SH mengungkapkan pelaku Jumat menyerahkan diri ditemani keluarga ke Polsek Prabumulih Barat.

"Pelaku menyerahkan diri dan sempat bersembunyi di kebun karet di desa Tanjung Telang," ungkap Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SH SIk MH didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman SH saat gelar press release di Mapolres Prabumulih, Senin (7/12/2020).

Kapolres menuturkan, motif kedua tersangka nekat menghabisi nyawa korban hanya karena tersangka sudah sering kehilangan ayam miliknya dan Jumat menduga korban yang menjadi pelakunya.

"Tersangka itu mengaku sudah 10 kali hilang ayam, pelaku kemudian menduga korban mencuri," lanjutnya.

Kapolres menambahkan, atas perbuatannya kedua tersangka Erik dan Jumat dapat dijerat Pasal 170 ayat 3 tentang pengeroyokan hingga mengakibatkan korban meninggal. "Pelaku akan diancam hukuman 12 tahun kurungan penjara," tegasnya.

Rohana yang merupakan ibu dari Soldin nampak sangat sedih kehilangan anak kandungnya
Rohana yang merupakan ibu dari Soldin nampak sangat sedih kehilangan anak kandungnya (Tribun Sumsel/Edison)

Baca juga: Ya Allah Mati Anak Aku, Anak Jantanku Oy, Rohana tak Kuasa Melihat Soldin Mati Secara Tragis

Baca juga: BREAKING NEWS : Dipicu Masalah Rebutan Ayam, Ayah dan Anak di Prabumulih Tega Bunuh Tetangga

Baca juga: Pengakuan Keponakan Bunuh Paman di Prabumulih Masalah Ayam, Saat Itu Saya Sedang Mengasah Parang

Baca juga: Fakta Anak Bapak di Prabumulih, Gara-gara Ayam Tega Habisi Nyawa Kerabatnya, Anak Serahkan Diri

Peristiwa pembunuhan sadis itu terjadi di Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat kota Prabumulih, pada Minggu (6/12/2020) sekitar pukul 06.30. Satu pelaku menyerahkan diri
Peristiwa pembunuhan sadis itu terjadi di Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat kota Prabumulih, pada Minggu (6/12/2020) sekitar pukul 06.30. Satu pelaku menyerahkan diri (Tribun Sumsel/Edison)

Kematian Soldin (50) warga Dusun 1 Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih secara sadis dibunuh sepupu Jumat (50) dan keponakan Erik Ustrada (25), menimbulkan duka mendalam bagi keluarga.

Cinta (50) yang merupakan istri korban menangis sejadi-jadinya mengetahui sang suami tewas mengenaskan di tangan sepupu dan keponakan yang tinggal tak jauh dari rumah mereka.

Bahkan Cinta yang kerap pingsan mengetahui sang suami telah terbujur kaku.

Tak hanya istri korban, Rohana yang merupakan ibu dari Soldin nampak sangat sedih kehilangan anak kandungnya tersebut.

"Ya Allah mati anak aku oy," katanya sedih sembari ditenangkan warga agar bersabar dan ikhlas.

Rohana yang duduk di kursi depan rumah dengan memeluk kedua kakinya meratapi dan menangisi anak laki-lakinya harus meninggal dunia secara tragis. "Anak jantanku oy," tutur nenek itu sedih.

Sementara Wely yang merupakan saksi dalam kejadian itu mengaku sedih dan bercampur aduk perasaan.

"Saya ini sedih dan bercampur aduk perasaan, korban itu Wak (paman-red) saya. Sedangkan pelaku itu mertua (Jumat) dan kakak ipar saya (Erik Ustrada), serba salah saya ini," tuturnya tertunduk lesu saat dibincangi di Polres Prabumulih.

Welly mengaku saat kejadian itu dirinya yang memisah perkelahian antara mertua dan pamannya namun ketika tengah memisah itu tiba-tiba kakak iparnya datang membawa parang menebas korban.

"Saya pegangi ayah mertua saya tiba-tiba datang kakak ipar, saat itu tidak saya lihat. Kakak ipar langsung menebaskan parang ke paman, saya langsung lepaskan bapak mertua dan lemas tak bisa apa-apa," katanya.

Usai melakukan pembunuhan itu, Erik dan Jumat kabur. Sementara Welly saat itu melihat Soldin masih bernapas dan meregang nyawa.

"Saya cari bantuan ke sana ke sini, saya lihat paman kejang meregang nyawa. Saya mau bantu tapi tidak berani, saat itu saya merasa serba salah takut dibilang membela mertua, sementara tidak ditolong paman mati," kata pria dua anak yang mengaku seumuran dengan Erik tersebut.

Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SH SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman mengatakan pelaku Erik telah diamankan dan pelaku Jumat masih diburu petugas.

"Erik telah kita amankan dan ayahnya masih dalam pengejaran. Atas perbuatanya dua pelaku akan dijerat pasal 170 KUHP ayat 3 tentang penganiayaaan menyebabkan meninggal dunia dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," tegasnya.

Diketahui sebelumnya, usai melakukan pembunuhan dengan sadis terhadap paman sendiri, Erik Ustrada (25) warga Dusun 1 Desa Tanjung Gelang Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih langsung menyerahkan diri ke petugas kepolisian.

Kepada Tribun Sumsel, Erik menceritakan membunuh pamannya Soldin (50) yang berdekatan rumah karena kesal lantaran korban ribut dengan ayahnya Jumat (50).

Dengan mengenakan baju lengan panjang dan celana pendek hitam, Erik mengaku menyesal melakukan perbuatan pembunuhan tersebut.

"Saya saat itu sedang mengasah parang rencana mau berburu babi, tapi tiba-tiba mendengar ayah sedang ribut dengan korban," ujarnya ketika dibincangi.

Melihat itu Erik membawa parang yang diasah ke lokasi kejadian, lalu pelaku melihat korban cekcok dan telah tersungkur di tanah.

"Melihat bapak sendiri ribut saya kesal dan membela bapak, saya langsung kapak korban sebanyak tiga kali," tuturnya.

Erik menuturkan dirinya menebaskan parangnya sebanyak tiga kali ke arah korban yang telah tersungkur di tanah.

"Saya tebas tiga kali, pertama ditangkis tangannya yang putus. Lalu kedua dan ketiga di kepala," katanya.

Dengan rasa penyesalan, Erik mengaku dirinya setelah membunuh pamannya tersebut langsung menyerahkan diri ke rumah kades.

"Saya menyesal pak, saya naik motor ke rumah kades menyerahkan diri. Saat itu melihat bapak duduk di teras rumah menghela napas, setelah itu saya tidak tau," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Pembunuhan sadis terjadi di Dusun 1 Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat kota Prabumulih pada Minggu (6/12/2020) sekitar pukul 06.30, ternyata disebabkan saling tuduh mencuri ayam.

Soldin (50) warga Dusun 1 Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih tewas dengan sangat mengenaskan akibat senjata tajam (sajam) parang.

Soldin dibunuh sepupunya bernama Jumat (50) dan keponakannya Erik Ustrada (25) yang tinggal tak jauh dari rumah korban.

Menurut Yohanes yang merupakan menantu korban, pembunuhan disebabkan Jumat menuduh ayah mertuanya mencuri ayam.

"Pelaku yang masih kelaurga membawa linggis dan langsung memukul kepala bapak mertua," ujar Yohanes.

Setalah itu, Welly yang merupakan menantu Jumat merangkul dan menghalangi mertuanya itu.

"Tapi kemudian pelaku Erik yang mengetahui kejadian keluar rumah sembari membawa parang," katanya.

Erik lalu langsung melakukan pembunuhan dan kemudian dengan santai pulang ke rumahnya.

"Wak Jumat kabur dan Erik kemungkinan naik motor langsung ke polsek menyerahkan diri," lanjutnya.

Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SH SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman mengungkapkan satu pelaku masih kabur dan satu telah menyerahkan diri.

"Kita masih memburu satu pelaku, satu pelaku lainnya telah kami amankan," katanya seraya mengatakan pelaku akan dijerat pasal 170 ayat 3 tentang pengeroyokan yang menyebabkan meninggal dunia.(eds/TS)

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved