Pengamat Sebut, 4 Faktor Tidak Berfungsi Secara Maksimal Penegakan Protokol Covid-19 di Palembang

Pengamat hukum kebijakan publik Unsri Dedeng Zawawi sebut, ada 4 faktor tidak berfungsi secara maksimal penegakan protokol Covid-19 di Kota Palembang

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Pengamat hukum kebijakan publik Unsri, Dedeng Zawawi SH MH, Pemerintah Lamban Merespon Pandemi Melalui Produk Hukum, Eksekutif-Legislatif Harus Evakuasi Kembali 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Kendornya penerapan protokol kesehatan Covid-19 (penegakan perda) di tengah masyarakat Palembang maupun nasional membuat tak heran makin bertambahnya yang terkena positif Covid-19 terus tambah. 

Pengawasan dan sanksi terhadap warga yang masih menggelar hajatan dan/atau kegiatan lainnya, termasuk instansi pemerintah menggelar acara, banyak yang tak patuhi protokol kesehatan.

Padahal, petugas penegakan perda prokes (sat pol pp) fokus mengawasi acara hajatan dan pusat keramaian/mal/hiburan, tapi masih saja banyak gelar hajatan yang kurang mematuhi prokes. 

Kalau di pasar tradisional hampir 90 persen pedagang tidak pakai masker dan berkerumun, termasuk pembeli juga.

"Kondisi pandemi Covid-19 dalam fase memprihatinkan terkait pelaksanaan protokol kesehatan sebagaimana yang telah dianjurkan oleh WHO yaitu Cuci Tangan, Jaga Jarak dan yang paling utama adalah memakai masker."

"Kita belum bisa terlalu banyak berharap akan berakhirnya pandemi Covid-19 ini, vaksin Covid-19 juga masih belum dapat secara maksimal dalam mengendalikan pandemi Covid-19 ini," ungkap Pengamat hukum kebijakan publik Unsri Dedeng Zawawi SH MH kepada Sripoku.com, Sabtu (5/12/2020).

Seperti diketahui termasuk Rusia misalnya yang sudah memvaksin negaranya melalui sputnik - 19 juga belum secara bersih dapat terhindar dari Covid-19.

Demikian pula negara-negara utama yang bersaing keras untuk menghasilkan vaksin Covid-19 seperti Amerika Serikat, Jerman dan Cina hingga sekarang masih dalam proses uji klinis dan masih membutuhkam tahapan selanjutnya. 

Kalau belajar dari Cina sendiri yaitu Wuhan, sebagai sumber awal dari Covid-19 maka kunci utama adalah tetap pada kedisiplinan melaksanakan protokol kesehatan.

Seperti, memakai masker, menjaga jarak dan cuci tangan, terbukti mampu membendung pandemi Covid-19 sebagaimana anjuran utama dari WHO untuk setiap orang di manapun berada. 

Demikian juga di Indonesia, khusus untuk Kota Palembang sepertinya protokol kesehatan, dalam waktu berjalan terlihat sudah mulai longgar ditandai dalam pemakaian masker seadanya, jaga jarak yang tidak terlalu diperhatikan dan tempat-tempat cuci tangan di area-area keramaian tidak sebanyak pada awal merebaknya Covid-19 ini. 

"Misal kita temui di toko-toko atau di pasar atau di tempat-tempat kerja untuk fasilitas cuci yang tidak terjaga dengan baik misal air dan sabun."

"Keramaian atau acara-acara tertentu protokol kesehatan tidak dapat ditegakkan, dan lainnya," kata Dedeng yang merupakan Dosen Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved