VIDEO - Pencopotan Kaldron Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Peninggalan SEA Games 2011

Nah saat ini kaldron ini kata Basyaruddin masih dipindahkan, diamankan di tempat tertentu. Jadi untuk memenuhi persyaratan ini

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Adrian Yunus

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Jelang persiapan Piala Dunia U-20 atau FIFA World Cup U-20, Kaldron Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang Sumatera Selatan peninggalan SEA Games 2011 harus dicopot.

Pencopotan kaldron untuk menyalakan api selama gelaran pesta olahraga Asia Tenggara yang berbentuk bunga teratai ini ternyatan dilakukan sudah beberapa bulan yang lalu. 

Kepala Dinas Perumahan dan kawasan permukiman (Perkim) Sumsel Sumsel 
Ir Basyaruddin Ahmad MSc selaku Panitia Persiapan FIFA World Cup U-20 Bidang Sarana dan Prasarana di Sumsel ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah memindahkan kaldron ini ke suatu tempat untuk kepentingan FIFA World Cup U-20.

"Itu salah satu yang dipersyaratkan FIFA untuk gelaran FIFA World Cup U-20 karena mengganggu pandangan penonton," ungkap Kepala Dinas Perumahan dan kawasan permukiman (Perkim) Sumsel Sumsel, Ir Basyaruddin Ahmad MSc kepada Sripoku.com, Jumat (4/12/2020).

Nah saat ini kaldron ini kata Basyaruddin masih dipindahkan, diamankan di tempat tertentu. Jadi untuk memenuhi persyaratan ini dia (kaldron) harus dipindahkan.

"Ya sudah ini masih disimpan di tempat tertentu. Siapa tahu nanti akan dipakai lagim Tapi saat ini kita harus mindahkan itu," ujar pria yang aktif gowes bersepedaan yang juga selaku Panasehat komunitas Brompton Owner Sriwijaya (BOS).

Menurutnya, pihaknya masih fokus penyelesaian persiapan tuan rumah penyelenggara FIFA World Cup U-20 sehingga belum ada rencana akan dipindahkan ke mana karena memang syarat sebuah stadion itu harus tidak ada kaldronnya. 

"Kaldron itu dipasang pada saat SEA Games. Tapi tidak menutup kemungkinan akan dipasang lagi. Karena itu tidak dibuang, ditarok dalam komplek inilah," pungkasnya.

Sementara Sekretaris Tim Teknis Asprov PSSI Sumsel? Faisal Mursyid SH menyatakan ada dua alasana kuat pencopotan kaldron ini.

"Pencopotan kaldron ini sesuai rekomendasi dari Inspeksi Teknis PSSI bulan Juli 2020 lalu. Ada dua hal, yang pertama, tidak mengganggu pamandangan penonton, yang kedua tidak mengganggu pandangan dari kamera. Jadi harus bebas pandangan. Itu tertuju ke lapangan sepakbola," ungkap Faisal Mursyid.

Faisal Mursyid yang juga Ketua Komite Umum dan Organisasi menjelaskan penxopotan kaldron itu teekait dalam engambilan gambar pertandingan Piala Dunia U-20 itu dari tribun ke lapangan itu harus bebas dari pandangan yang menghambat, dari penonton, sorot kamera.

"Karena memang dari tribun selatan itu kan tidak terlalu bebas memandang ke lapangan karena ada diameternya berapa itu 1,5 meter ya? Jadi mengganggu kamera itu kan kiri kanan," jelas Faisal Mursyid yang juga menjabat Sekretaris Perusahaan PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) selaku manajemen pengelolah klub Sriwijaya FC.

Pria berdarah Minangkabau ini membenarkam, selama ada pertandingan sepakbola kaldron itu tidak akan dipasang. 

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved