Breaking News:

Cerber Mangkuk (31) : Nyeri dan Sakit

Saya mengaku salah," jerit Rahman sambil menutup mukanya dengan telapak tangan agar tidak terkena pukulan yang dilepaskan William secara membabi-buta

a
ilustrasi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - SELAMA dalam perjalanan Mr Rahman memohon pada William untuk melepaskannya karena dia tidak sengaja menghabisi nyawa The Big Bos.

"Dia itu sahabat saya.

Masa saya tega-teganya mau menghabisi sahabat," ucap Mr Rahman dengan suara terbata-bata minta belas kasihan.

Syuuuuut ...

Mobil berhenti mendadak ..

William menoleh ke belakang.

Geram bukan main.

"Anda telah mengkhianati abang saya Tuan Rahman."

"Tidak.

Saya tidak berkhianat," jaw ab Mr Rahman sambil menangis sesunggukan.

Praaak ...

Bug .. Bug ...

"Adoow ...

Ampun.

Ampun.

Ampun.

Saya mengaku salah," jerit Mr Rahman sambil menutup mukanya dengan telapak tangan agar tidak terkena pukulan yang dilepaskan William secara membabi-buta.

Mobil melaju ...

Dari balik kaca spion, William melihat Mr Rahman tertidur.

Tidak menangis lagi.

Seperempat jam kemudian mobil berhenti di sebuah gudang.

Lalu belok kanan memasuki  halaman depan gedung yang diapit jejeran pohon besar dan kecil itu.

Usai masuk garasi belakang, William turun dari mobil dan menurunkan paksa Mr Rahman.

"Dimana ini?" Mr Rahman terheran-heran.

Ada dimana dia saat ini.

"Jangan banyak ngomong.

Cepat turun taun!"

Hardik William sambil menarik paksa tangan Mr Rahman.

Bruuug ...

"Adoooow."

Saking kencangnya tarikan, Mr Rahman terhempas di aspal.

Pantatnya terasa nyeri dan sakit.

Cerber Mangkuk (31)

Nyeri dan Sakit

Oleh WAK AMINUDDIN

Editor: aminuddin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved