Breaking News:

Human Interest Story

Cerita Novel Baswedan di Balik Penangkapan Menteri KKP, Terinspirasi Kasus Penebangan Hutan

Bagi Novel Baswedan yang berkiprah di KPK sejak tahun 2007, memberantas korupsi adalah bagian dari membuat diri sendiri bermanfaat bagi masyarakat

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Penyidik KPK, Novel Baswedan 

NAMA penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tidak asing bagi publik di Indonesia. Novel terkenal garang bagi para pelaku korupsi. Banyak kasus korupsi yang melibatkan pejabat negara berhasil terungkap.

Baru-baru ini, di bawah kepemimpinan Novel, penyidik KPK berhasil mengungkap kasus suap usaha budidaya benih lobster (benur) 2020 yang melibatkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Bagi Novel Baswedan yang berkiprah di KPK sejak tahun 2007, memberantas korupsi adalah bagian dari membuat diri sendiri bermanfaat bagi masyarakat luas. Hal ini diceritakan pria kelahiran Semarang 22 Juni 1977 itu saat berbicara di kanal YouTube Karni Ilyas, Minggu (29/11) kemarin.

Baca juga: Cerita Novel Baswedan di Balik Penangkapan Menteri Edhy Prabowo, Makin Kedap Operasi Makin Berhasil

"Saya memilih di mana saya bisa berbuat yang bermanfaat, pemanfaatannya lebih banyak. Ketika saya berada di KPK, saya melihat ini bisa melakukan banyak hal untuk kepentingan masyarakat luas," kata Novel.

Gagasan awal lahirnya semangat untuk bermanfaat bagi masyarakat luas melalui aksi memberantas tindak pidana korupsi muncul di benak Novel saat menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu pada tahun 2004-2005.

Novel adalah anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sejak tahun 1999-2014. Novel meminta pensiun dini dari Polri dan menetapkan pilihannya untuk berada di KPK sebagai penyidik.

Baca juga: Novel Baswedan Pakaian Serba Hitam Saat Geledah Kantor Kemeterian Kelautan dan Perikanan

Saat menjabat sebagai Kapolres Bengkulu, Novel melihat kehidupan masyarakat di tepi hutan. Keseharian masyarakat di sana adalah berkebun.

Namun kehidupan masyarakat di tepi hutan di sekitaran Bengkulu itu mendadak runyam. Penyebabnya tak lain penebangan hutan yang saat itu menyebabkan kerusakan lingkungan hidup.

"Kemudian kehidupan mereka menjadi sulit karena penebangan hutan yang membuat kerusakan lingkungan. Dan kemudian saya waktu itu bersemangat untuk bisa melakukan banyak hal untuk mengatasi hal itu," kata Novel.

Sebagai anggota Polri, dirinya kala itu bisa saja berbuat banyak untuk masyarakat. Permasalahannya adalah saat itu kasus penebangan hutan di Bengkulu tidak benar-benar menjadi perhatian publik.

Baca juga: Acungan Jempol untuk Novel Baswedan, Pimpin Tangkap Menteri Edhy Prabowo

Halaman
12
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved