Breaking News:

83,68 Persen Sekolah Belum Siap, Siswa Tidak Wajib Belajar Tatap Muka

Menurut Bintang, tidak ada pemaksaan bagi orang tua untuk mengizinkan anaknya mengikuti pembelajaran di sekolah.

ISTIMEWA/HANDOUT
Ilustrasi belajar daring 

JAKARTA, SRIPO -- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan, pemerintah tidak mewajibkan para siswa untuk mengikuti pembelajaran tatap muka.

Menurut Bintang, tidak ada pemaksaan bagi orang tua untuk mengizinkan anaknya mengikuti pembelajaran di sekolah. Faktor kesehatan dan keselamatan anak-anak menjadi prioritas pemerintah.

Bintang Puspayoga menyoroti temuan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait pembukaan sekolah pada masa pandemi.

Baca juga: Pemkot Palembang Belum Putuskan, Sekolah Tatap Muka Tunggu Kepastian Dari Pemerintah Pusat

KPAI telah melakukan pengawasan secara langsung terkait Persiapan Pembukaan Sekolah atau Pembelajaran Tatap Muka (PTM), ditemukan sebesar 83,68 persen sekolah belum siap melaksanakan PTM.

Bintang mengingatkan bahwa pembukaan pembelajaran tatap muka wajib memperhatikan sejumlah kesiapan.

“Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dipersiapkan menyusul rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021,” kata Bintang dalam Rakor bersama Kemendikbud secara daring, Senin (30/11).

Baca juga: Mendikbud Sebut Masuk Sekolah Januari 2021, Mendagri Ingatkan Jangan Ada Cluster Baru, Ini Syaratnya

Ia mengingatkan melalui Surat Kesepakatan Bersama (SKB) 4 Menteri pada 20 November 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19, pemerintah menggarisbawahi bahwa kesehatan dan keselamatan anak adalah faktor yang paling utama.

Menteri Bintang menegaskan, dalam rencana pembukaan sekolah, semua pihak diharapkan dapat melaksanakan 5 Siap, yakni Siap Daerahnya, Siap Sekolah dan Gurunya, Siap Sarana Prasarana Pendukungnya, Siap Orangtuanya, dan Siap Peserta Didiknya.

“Kita sepatutnya memprioritaskan kesehatan dan keselamatan anak selama proses belajar mengajar,” katanya

Baca juga: Kontroversi Sekolah Tatap Muka Januari 2021, Menteri Nadiem Makarim Hormati Permintaan Kepala Daerah

“Penerapan sistem campuran baik pembelajaran tatap muka maupun pembelajaran jarak jauh, harus berprinsip pada kepentingan terbaik bagi anak,” lanjut Menteri Bintang.

Halaman
12
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved