Breaking News:

Liputan Eksklusif

Soal Rencana Penghapusan Premium, Konsumen Butuh Kepastian

Jika ingin menghilangkan BBM bersubsidi pemerintah seharusnya mengambil tindakan tegas dan cepat.

DOK. SRIPO
Sriwijaya Post, edisi Jumat (27 November 2020); Cari Premium Hingga ke OI 

PALEMBANG, SRIPO -- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumsel menyoroti langkah Pemerintah dan PT Pertamina yang terkesan menggantungkan keberadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi Premium dan Solar di Provinsi Sumsel.

Ketua YLKI Sumsel, Taufik Husni mengungkapkan, jika ingin menghilangkan BBM bersubsidi pemerintah seharusnya mengambil tindakan tegas dan cepat.

Jangan sampai masih menyediakan BBM bersubsidi, namun terkadang di sejumlah SPBU keberadaan bahan bakar tersebut terjadi kekosongan sehingga menyebabkan panjangnya antrean di SPBU.

Baca juga: Warga Palembang Sulit Dapat Pasokan, Buru Premium Sampai ke Ogan Ilir

"Kalau mau dihilangkan harus secara cepat, jangan sampai masyarakat digantung. Konsumen itu butuh kepastian," ujarnya, Jumat (27/11).

Ia menjelaskan, untuk penghapusan BBM bersubsidi pemerintah harus memetakan terlebih dulu daerah mana saja di Sumsel yang tingkat pemakaian BBM bersubsidinya masih tinggi, jangan langsung menghilangkan secara keseluruhan.

Hal tersebut dikarenakan beberapa daerah di Sumsel, penggunaan kendaraan kekinian yang menggunakan bahan bakar oktan tinggi tidak begitu banyak.

Baca juga: Video : Warga Palembang Sulit Dapatkan BBM Premium, Rela Antre Hingga Malam Hari

Masyarakat di daerah pinggiran pada umumnya masih menggunakan otomotif jenis lama, dimana bahan bakarnya masih bisa menggunakan BBM bersubsidi.

"Pemerintah harus cermat memilah daerah mana saja akan dihapuskan BBM subsidi. Sebab, tidak semua daerah menggunakan otomotif zaman sekarang," tegas Taufik.

Diakuinya, YLKI Sumsel sangat mendukung upaya pemerintah yang berencana melakukan penghapusan BBM bersubsidi. BBM jenis Premium memiliki oktan yang sangat rendah dan ketinggalan jika digunakan untuk otomotif zaman sekarang.

Baca juga: Premium tidak Akan Dijual Lagi di Pulau Jawa, Bali, dan Madura pada Januari 2021, Bagaimana Sumsel?

Melihat beragam jenis kendaraan dan tingginya volume kendaraan yang digunakan masyarakat saat ini, sudah selayaknya bahan bakar yang digunakan pengendara memiliki oktan tinggi minimal Pertalite.

"Kalau memang mau diganti ya silakan, asalkan keberadaan BBM di SPBU jangan sampai terjadi kekosongan. Kalau sampai BBM hilang itu melanggar hak konsumen UU perlindungan konsumen No 8 tahun 1999," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, BBM bersubsidi semakin sulit didapatkan oleh warga Palembang. Hilangnya BBM jenis Premium di sejumlah SPBU mengikuti Program Langit Biru pemerintah pusat yang hanya menyediakan BBM jenis Pertalite dengan RON (Research Octane Number) yang lebih tinggi dari Premium.

Warga yang membutuhkan terpaksa mencari BBM Premium ke daerah lain yang berdekatan dengan Palembang, salah satunya di SPBU yang berada di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.

Dikatakan Premium masih dibutuhkan karena harganya lebih murah ketimbang BBM jenis lain, sehingga biaya (cost) yang dikeluarkan rendah. (oca)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved