Breaking News:

Berita Palembang

Terlibat Aksi Pencurian Motor di Silaberanti Palembang Desember 2019, Firman Dipenjara 2,5 Tahun

Firman naik ke meja hijau setelah terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor di kawasan Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang.

Editor: Refly Permana
sripoku.com/nisyah
Sidang vonis terdakwa kasus pencurian motor yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (26/11/2020). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Terdakwa Firman divonis 2 tahun 6 bulan penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (26/11/2020).

Firman naik ke meja hijau setelah terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor di kawasan Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang pada bulan Desember 2019 lalu.

Vonis tersebut dibacakan oleh majelis hakim yang dipimpin oleh Waslam Maqshid SH MH dalam sidang virtual di Pengadilan Negeri Palembang.

Baca juga: Kisah Nenek Khodijah yang Kekeh Enggan Jual Rumah Warisan Ortu Meski Sudah Sering Tertabrak Mobil

Vonis yang diberikan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Silvia Rusdi SH, yang menuntut terdakwa Firman dengan hukuman tiga tahun penjara.

Diketahui terdakwa Firman melakukan aksi kejahatannya bersama dua rekannya yakni, Syarifudin alias Bogel (dalam berkas berbeda) dan Firdaus yang masih buronan (DPO)

Terdakwa Firman dan kedua rekannya melakukan aksi kejahatannya dengan cara mencuri dua unit motor yang berada di salah satu kontrakan di Jalan Gubenur HA Bastari, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang.

Baca juga: Mengenal LBH ICMI Peduli Muaraenim yang Melayani tanpa Bayaran, Ada Klien Kasus Pembunuhan Bebas

Meraka malakukan pencurian motor dengan cara merusak kunci kontak motor dengan kunci  T.

Komplotan ini berhasil membawa satu unit motor Honda Beat warna putih BG 6498 ACJ dan satu unit motor Honda spacy BG 3631 ZH.

Usai berhasil membawa lari motor curiannya, kedua motor tersebut dijual dan hasilnya dibagi oleh para pelaku.

Dimana dalam pembagian terdakwa Firman mendapat bagian sebesar 100 ribu rupaiah, terdakwa Sarifudin (berkas terpisah) mendapat bagian sebesar 1,5 juta rupiah, dan Firdaus (dpo) mendapat bagian 1,9 juta rupiah.

Dalam melancarkan aksinya, terdawak Firman bertugas untuk mengawasi keadaan sekitar.

Baca juga: Peringatan Dini Gelombang Tinggi Dari BMKG 27 November 2020, Ketinggian Capai 4 Meter

Akibat perbuatan komplotan curanmor tersebut, korban mengalami kerugian sebesar 10,5 juta rupiah.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved