Breaking News:

Paradigma Tauhidik: Cara Pandang Multidisiplin Dalam Memahami Islam

Ada yang menarik untuk diperbincangkan dari diskusi terbuka pascasarjana UIN Raden Fatah bersama Prof M. Amin Ab­dul­lah beberapa waktu lalu.

ist
DR. Abdurrahmansyah MAg. 

Oleh : DR. Abdurrahmansyah MAg.

Ketua Prodi Studi Islam Pascasarjana UIN Raden Fatah

Ada yang menarik untuk diperbincangkan terus menerus dari diskusi terbuka yang di­se­lenggarakan pascasarjana UIN Raden Fatah bersama Profesor M. Amin Ab­dul­lah beberapa waktu lalu.

Tema pengembangan epistemologi keilmuan Islam dika­it­kan dengan tantangan modernitas dan perubahan cara pandang dalam melihat fe­nomena sosial di era digital dipandang cukup relevan bagi umat Islam umumnya dan bagi akademisi khususnya.

Isu tentang Islam sejak awal cukup tajam diper­de­bat­kan dalam konteks apakah Islam dapat didekati melalui cara pandang sains atau hanya cukup didekati dengan i­l­mu-ilmu keagamaan yang dianggap sudah mapan dalam struktur ilmu-ilmu agama (u­lum al-diin).

Sementara ilmu-ilmu sains (ulum al-dunya) tidak terlalu dipen­ting­kan bahkan cenderung diabaikan.

Sejak tahun 1970-an sebenarnya perdebatan ini sudah cair dengan penegasan yang dikemukakan Prof. Mukti Ali sebagai Menteri Agama saat itu bahwa Islam sebagai la­pangan kajian (field of study) dapat didekati melalui disiplin keilmuan agama dan sains sekaligus.

Islam sebagai gejala budaya dan sosial memang perlu didekati de­ngan berbagai pendekatan keilmuan termasuk pendekatan saintifik.

Pernyataan Muk­ti Ali bahwa Islam harus didekati dengan pendekatan scientificcumdoctiner cu­kup menjelaskan bahwa umat Islam penting memiliki wawasan cara pandang yang beragam meliputi pendekatan ilmiah dan pendekatan normatif dalam membaca dan memahami gejala-gejala sosial dan budaya yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan tempat dan waktu.

Wacana mengenai pendekatan multidisipliner dalam memahami gejala budaya dan sosial di masyarakat muslim semakin menemukan momentumnya kembali saat ini jika melihat kegamangan umat Islam dalam merespon berbagai perbedaan dan trend baru berbagai perubahan sangat cepat (disruptive) yang muncul di ma­sya­rakat.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved