Breaking News:

IMA Peduli Pendidikan Donasikan Buku Bagi Pengajar, Gandeng Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Sumsel

IMA Cahpater Palembang bekerjasama dengan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Sumsel bagikan 1000 buku kepada tenaga pendidik

ho/sripoku.com
IMA Peduli - Indonesia Marketing Asosiation (IMA) Cahpater Palembang bekerjasama dengan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Sumsel mengelar kegiatan IMA Peduli Dunia pendidikan yang digelar di Opi Mal, JUmat (27/11/2020) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Indonesia Marketing Asosiation (IMA) Cahpater Palembang bekerjasama dengan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Sumsel mengelar kegiatan IMA Peduli Dunia pendidikan yang digelar di Opi Mall, Jumat (27/11/20202).

Wakil Ketua IKAPI Sumsel, Dr Sri Rahayu mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian IMA dan IKAPI pada guru dalam rangka memperingati hari guru nasional karena vice presiden IMA BIdang pendidikan yang memiliki agenda ini.

Pada kegiatan ini juga diberikan donasi 1000 buku bagi pengajar sebagai apresiasi pada pahlawan tanpa tanda jasa.

"IMA ini orang yang sibuk pada dunia marketing tapi juga tidak pernah melupakan jasa guru sehingga kita berikan apresiasi setinggi-tingginya bagi guru di tanah air yang tidak pernah lelah berjuang untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa," ujar Vice Presiden IMA BIdang UMKM tersebut.

Selain berdonasi buku, kegaitan ini juga sekaligus membedah buku Evolusi patah hati yang dibedah oleh Kepala Newsroom Tribun Sumsel Hj L Weni Ramdiastuty dan Ketua Stisipol Candradimuka Dr Lishapsari Prihartini.

Bedah buku romansa cinta ini ujar Ayu merupakan hal unik karena juga sebagai bentuk relaksasi diri dari kecemasan sejak ada pandemi sehinga tubuh juga perlu relaksasi. Membedah buku romansa cinta yang banyak diselipi katanya puisi yang memiliki karya seni tinggi ini bisa menjadi solusi merilekskan tubuh dari semua rutinitas yang ada sejak pandemi Maret lalu.

Direktur Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah itu juga mengatakan IMA rutin menggelar kegiatan setiap minggu sebagai upaya menyibukkan diri dan mengaji waktu luang dengan kegiatan bermanfaat sehingga tubuh tetap sehat dan fit. Tentu saja semua kegaitan IMA dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

"Meski anggota IMA sama-sama sibuk namun sellau menyempatkan waktu luang untuk mengejar kegaitan bersama yang bermanfaat dan dengan menerapkan proses," tutupnya.(tnf)

Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved