Breaking News:

Usai Pria Selingkuhannya Dibunuh, Yebi Cium Kaki Suami

Ario tewas mengenaskan dengan luka tusuk di leher sebanyak tiga lubang dan luka di tangan akibat senjata tajam pelaku.

DOK. SRIPO
Sriwijaya Post edisi Kamis, 26 November 2020; Yebi Cium Kaki Suami 

PRABUMULIH, SRIPO -- Seorang pria tewas dibunuh di room nomor 3 Diva Family Karaoke di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara kota Prabumulih, Rabu (25/11) sekitar pukul 14.00. Peristiwa picu rasa cemburu dari pelaku karena istrinya selingkuh

Korban bernama Ario Fernando (34) warga Jalan Tangkuban Perahu Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih.

Ia tewas ditempat dibunuh Rivat Eka Putra (43) warga Jalan Kerinci Vina Asri 2 Kelurahan Muaradua yang tak lain merupakan tetangga korban. Ario tewas mengenaskan dengan luka tusuk di leher sebanyak tiga lubang dan luka di tangan akibat senjata tajam pelaku.

Baca juga: Cinta Terlarang Berujung Maut, Pria Prabumulih Habisi Teman Istrinya Setelah Duel di Room Karaoke

Dugaan sementara Rivat membunuh korban lantaran memergoki korban melakukan hubungan gelap alias selingkuh dengan istrinya yakni Yebi Ambi (37).

Saat ini pelaku Rivat dan sang istri telah diamankan petugas kepolisian di Mapolres Prabumulih untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pantauan di ruang penyidik Polres Prabumulih, Yebi mengaku menyesal dan mencium kaki suaminya Rivat beberapa kali di hadapan polisi dan wartawan.

Sementara saat diperiksa polisi, Rivat mengaku kesal dengan Ario Fernando (34) yang telah berselingkuh dengan istrinya Yebi Abmi. Padahal ia mengakui telah sering mengingatkan korban agar menjauhi istrinya tapi tetap tak diindahkan.

Baca juga: Pulang Kerja Istri Tak di Rumah Ternyata Temui Pria Muda, Pria Prabumulih Amuki Room Karaoke, Tragis

"Saya kesal dengan korban dan istri saya karena mereka selingkuh," kata pelaku ketika dimintai keterangan oleh petugas kepolisian di Polres Prabumulih, Rabu (25/11).

Menurut Rivat, antara istri dan korban telah berselingkuh sejak enam bulan lalu dan sudah ia ketahuan. Namun ia masih memaafkan serta diminta mengulangi lagi.

"Dua bulan lalu sempat ketahuan oleh saya dan sudah saya minta berhenti tapi ternyata masih," katanya.

Halaman
123
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved