Edhy Prabowo Ditangkap KPK

Untuk Pertama Kali, KPK Catat Sejarah Baru, Berani OTT Menteri Terlibat Kasus Korupsi

KPK mencatatkan sejarah baru dalam kasus penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo.

Editor: Yandi Triansyah
Tribunnews/Irwan Rismawan
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020). KPK resmi menahan Edhy Prabowo bersama enam orang lainnya terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam kasus dugaan menerima hadiah atau janji terkait perizinan tambak usaha dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya. 

Ia juga menerima dana dari salah satu pemegang saham BNR Johannes Kontjo.

Kemudian mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang terjerat kasus penyaluran hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara.

Imam disebut sebagai salah satu penerima suap dengan nilai Rp 11,5 miliar.

Suap itu dimaksudkan agar Imam mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora RI untuk tahun kegiatan 2018.

Terkait penangkapan Edhy, Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian mengatakan pihak Istana belum bisa memberikan komentar sampai ada penjelasan resmi dari KPK.

"Kita di istana belum bisa berkomentar. Arahan pimpinan, nunggu perkembangan di KPK seperti apa," kata Donny kepada wartawan, Rabu (25/11/2020).(tribun network/ham/fik/dod)

2 Tersangka Buron

Dua orang tersangka kasus benih lobster ternyata sempat lolos dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Total sehingga ada 7 tujuh tersangka yang ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketujuh orang tersangka itu terlibat atas kasus dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.

Namun, dua dari tujuh tersangka tersebut masih buron.

Kedua tersangka tersebut yakni, Amiril Mukminin (AM) dan Andreau Pribadi Misata (APM).

Andreau Pribadi Misata sendiri merupakan staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo sekaligus Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligince).

KPK mengimbau keduanya untuk segera menyerahkan diri.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved