Masyarakat Faham Pentingnya Kebersamaan, OKU Dinilai Sebagai Kabupaten Zero Konflik Agama

Ogan Komering Ulu merupakan salah satu  Kabupaten  Zero konflik Agama.Penduduknya faham pentingnya menjalin kebersamaan

Penulis: Leni Juwita | Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/Leni Juwita
Rapat Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat Kabupaten OKU yang dipusatkan di aula Kantor Kejaksaan Negeri Baturaja Kamis (25/11/2020). SRIWIJAYA POST/LENI JUWITA 

SRIPOKU.COM, BATURAJA - Ogan Komering Ulu merupakan salah satu  Kabupaten  Zero konflik Agama. Itu semua berkat penduduknya sudah memiliki pemahaman betapa pentingnya menjalin kerjasama antar elemen masyarakat yang berbeda dalam bingkai NKRI.

Hal itu terungkap pada  Rapat Tim Koordinasi  Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) Kabupaten OKU yang dipusatkan di aula Kantor Kejaksaan Negeri OKU, Kamis (26/11/2020).

Rapat dipimpin oleh Ketua  Tim yang juga Kepala Kejaksaan Negeri OKU Bayu Pramesti SH. Rapat dihadiri Kasi Intel Kejari OKU Variska Ardina Kodriansyah SH MH, Kakan Kemenag Drs H Ishak Putih MSi, Kaban Kesbangpol diwakili Kabid Kewaspadaan Nasional Ruspa Irawan SE MSi.

Kemudian Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama )  DR Drs Ir H Akhmad Tarmizi SE SH MT MSi MH, Ketua   FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat) Rokhmat Subeki SAg Msi, Ketua MUI Drs H Admiyati Somad, Dandim 0403/OKU diwakili Peltu Perni, Kapolres OKU diwakili Kanit Sosbud Ipda Ari Gusman.

Dalam kesempatan itu Bayu Pramesti menjelaskan, tugas dan fungsi kejaksaan dibidang PAKEM  . Pasal 30 Ayat (3) UU Nomor 18 Tahun 2004 Tentang Kejaksaan : Dibidang ketertiban dan Ketentraman Umum Kejaksaan RI turut menyelenggarakan kegiatan Pengawasan kepercyaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negera.Pencegahan penyalahgunaan dan/atau penodaan agama .

Ruang lingkup PAKEM terhadap ajaran atau faham aliran kepercayaan masyarakat dan aliran keagaman yang meresahkan masyarakat karena diindikasikan menyimpang atau sesat dan/atau menodai , menghina atau merendahkan satu aliaran kepercayaan masyarakat atau suatu agama , dapat menimbulkan rasa kebencian /permusuhan dalam masyarakat serta dapat merusak/mengganggu kerukunan umat beragama.

Kajari menjelaskan peran Tim Pakem meliputi meningkatkan pengawasan lebih dini terhadap munculnya aliran kepercayaan dan keagamaan yang meersahkan masyarakat. Meningkatkan intensitas koordinasi dengan majelis keagamaan, melau\kukan pencegahan dini melalui peran masyarakat pada ormas keagamaan , menindaklanjuti fatwa mejelsi agama yang telah menetapkan suatu aliran menyimpang yang meresahkan masyarakat.

Di rapat tersebut  Kajari  OKU Bayu Pramseti SH dadampingi Kasi Intel Variska Ardina Kodriansyah SH MH,  memberikan kesempatan kepada peserta rapat untuk menyampaikan bila ada temuan-temuan dilapangan berkaitan dnegan aliaran ataau faham-faham yang menimpang dna meresahkan masyarakat.

Diharapkan kedapan  pertemuan dan koordinasi  serupa ini rutin dilakukan untuk menjaga kondisi Kabupaten  yang berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang ini agar senantiasa kondusif.  (eni)   

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved