Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Kepala Stasiun BMKG SMB II Palembang Minta Sumsel Waspada Bencana, Patuhi Peringatan Dini dari Kami

BMKG Palembang memprediksi curah hujan lebih tinggi di atas normal yang menerpa Sumsel akan terjadi hingga April tahun depan.

ISTIMEWA
Desindra Deddy Kurniawan 

BMKG Palembang memprediksi curah hujan lebih tinggi di atas normal yang menerpa Sumsel akan terjadi hingga April tahun depan. Hal itu dipengaruhi fenomena La Nina di Samudera Pasifik yang akan berlangsung hingga April 2021. Diperkirakan hal itu mempengaruhi potensi bencana di wilayah Sumsel. Kepala Stasiun BMKG SMB II Palembang, Desindra Deddy Kurniawan dalam wawancara dengan wartawan Sriwijaya Post, Odi Aria Saputra, meminta masyarakat patuh peringatan dini yang dikeluarkan pihaknya.

Bagaimana situasi cuaca di Sumsel diakhir tahun ini hingga awal tahun depan?
Sekarang kita masuk musim hujan dan alami fenomena La Nina. Dimana suhu muka laut di Samudera Pasifik suhunya dingin, sehingga uap airnya masuk ke wilayah Indonesia dan secara otomatis menambahkan akumulasi curah hujan di Indonesia.

Apakah dampak La Nina ini akan berpengaruh signifikan terhadap wilayah Sumsel?
La Nina ini dampaknya terasa sekali pada wilayah Indonesia tengah dan Timur. Sumsel dan Sumatera itu sekarang dominan faktor Madden Julian Oscillation (MJO) dan Kelvin, atau dari timur ke barat berupa gelombang Rossby. Aktivitas La Nina dan MJO inilah yang menjadi tumpukan awan berpotensi curah hujan menjadi lebih tinggi dari biasanya.

Kalau saat ini Sumsel musim hujan, seberapa tinggi curah hujan dibandingkan musim penghujan pada tahun-tahun sebelumnya?
Sampai Desember kita perlu waspada, saat ini curah di Sumsel ditambah MJO biasanya menyebabkan pertumbuhan awan hujan menjadi lebih besar. Dari awan hujan ini bisa mengeluarkan hujan lebat, angin kencang, puting beliung hujan es dan petir.

Dari peta kebencanaan, wilayah Sumsel rawan banjir dan tanah longsor, seberapa besar musim hujan kali ini memengaruhi timbulnya bencana itu?
Seluruh wilayah Sumsel berpotensi bencana. Untuk curah hujan tinggi terjadi wilayah Barat Sumsel seperti Pagaralam, Lahat, OKU Selatan dan dataran tinggi lainnya. Dimana di kawasan tersebut curah hujannya di atas normal sampai Desember.

Untuk curah hujan di atas normal saat ini, berapakah kecepatannya?
Curah hujan saat ini diatas normal yakni 115 persen. Untuk masing-masing daerah berbeda, untuk saat ini curah hujan di Sumsel di atas 200 milimeter.

Apakah informasi mengenai banjir, longsor serta gempa dari BMKG Sumsel, selalu diterima masyarakat dan menjadi peringatan dini (early warning)?
Harusnya ini perlu kerjasama semua stakeholder, mulai dari masyarakat hingga pemerintah. Informasi cuaca kita telah sampaikan melalui berbagai platform, termasuk bisa diakses secara mudah melalui medsos.

Menurut Anda, apakah masyarakat selalu mematuhi peringatan dini dari BMKG Sumsel?
Secara umum kesadaran masyarakat sangat baik. Hanya saja untuk waspada bencana kami minta masyarakat agar tetap patuh terhadap peringatan BMKG.

Kondisi cuaca sekarang menurut masyarakat sulit diperkirakan, siang panas terik tapi sore/malam hujan dan petir, atau sebaliknya hujan pada siang hari tapi malam cerah. Betulkah demikian?
Memang normalnya seperti itu saat musim hujan. Perlu diwaspadai malam hari terasa gerah, pada pagi panas biasanya sorenya muncul awan konvektif kemudian muncul hujan lebat.

Ada anggapan di masyarakat pada bulan yang berakhiran 'ber' selalu dikaitkan dengan curah hujan yang tinggi. Benarkah selalu demikian?
Memang betul bulan akhiran 'ber' mulai masuk musim hujan. Puncaknya Februari-Maret puncak musim hujan di Sumsel curah hujan akan lebih lebat lagi. (*)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved