Api Berkobar di Kawasan Padat Jl Ki Marogan, Warga Panik Empat Rumah Hangus Terbakar
peristiwa kebakaran terjadi di Jalan Ki Marogan, Kelurahan Kertapi, Kecamatan Kertapati Kota Palembang, Kamis (26/11/2020)saat maghrib
Penulis: Bayazir Al Rayhan | Editor: Azwir Ahmad
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Suara tangisan terdengar bersamaan dengan kepanikan warga menyelamatkan harta benda bercampur dalam peristiwa kebakaran di Jalan Ki Marogan, Kelurahan Kertapi, Kecamatan Kertapati Kota Palembang, Kamis (26/11/2020).
Kebakaran yang terjadi di tengah guyuran hujan kurang lebih sekitar pukul 18.00 atau tepatnya sesudah sholat magrib itu, mengakibatkan empat rumah hangus dilalap api.
Disisi lain ditengah kepanikan dan tangisan korban yang rumahnya terbakar, puluhan orang warga lain memadati lokasi ingin melihat langsung kebakaran yang terjadi di kawasan yang terbilang padat , yang bertepatan di sebelah stasiun kereta api Kertapati.
Untunglah guyuran hujan yang cukup deras turut membantu proses pemadaman yang dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran. Empat mobil pemadam yang datang kelokasi berhasil mengisolasi api, sehingga tidak sampai meluas dan menjalar ke rumah lain.
Ditengah petugas PBK mendinginkan lokasi kebakaran, terlihat sebagian korban menyelamatkan harta bendanya.Beberapa yang lainnya menangis melihat rumah yang sudah hangus terbakar.
Salah seorang ibu yang terlihat menangis mengatakan rumahnya ikut terbakar saat kejadian kebakaran di waktu magrib tersebut.
"Iya rumah ibu kena juga, tadi sedang tidak dirumah karena lagi di Plaju," kata ibu yang tampak syok sambil memeluk kulkas berisi minuman yang merupakan barang dagangannya.
Sementara itu, dari informasi yang didapat, asal mula api berasal dari rumah milik Hadiwanto yang pada saat kejadian tengah berada dirumah bersama istri dan anaknya.
Ketua RT 03, Kelurahan Kertapati, Kecamatan Kertapati Palembang, Liyusrendi (33) mengatakan bahwa warga mengetahui api sudah membesar dan asap sudah mengepul dari rumah tersebut.
"Tadi di ketuk-ketuk pintu rumah, kata warga ada kebakaran pas dibuka api sudah membesar dan mengepul asapnya," kata Liyusrendi yang rumahnya berada tepat didepan lokasi kebakaran.
Dikatakannya api dengan cepat menyebar ke rumah lainnya karena kondisi rumah yang padat.
"Waktu itu warga sedang ada dirumah langsung keluar dan menyelamatkan diri dan menyelamatkan barang-barang mereka," lanjutnya.
Sementara itu dari penjelasan ketua RT 03, istri Hadiwanto tampak pingsan karena syok atas kebakaran yang menghanguskan rumah mereka.
Sementara itu penyebab kebakaran sendiri untuk sementara diduga karena korsleting arus listrik dari rumah yang ditempati Hadiwanto.
"Kalau dari penjelasannya tidak ada menghidupkan kompor, dugaan sementara karena arus listrik," lanjutnya.
Sebanyak sembilan kepala keluarga dengan 35 jiwa terdampak dari kebakaran tersebut. Dari pantauan terlihat sebanyak empat pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/aaapiii.jpg)