Berita Palembang

Bandar Arisan Online di Palembang Dilaporkan ke Polisi, Rumah si Bandar Kosong, Kerugian Rp 134 Juta

Para korban penipuan arisan online bersama - sama mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang

Editor: Welly Hadinata
ilustrasi
ilustrasi penipuan 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Para korban penipuan arisan online bersama - sama mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, guna melaporkan seorang wanita berinisial U selaku owner atau bandar dalam arisan tersebut, Selasa (24/11/2020) siang.

Korban EL (27) warga Jalan 2 Ilir, Kecamatan IT II, Palembang mengungkapkan, aksi terlapor tersebut terbongkar Jumat (23/10/2020) sekitar pukul 18.41, dimana sempat terjadi perbincangan atau kehebohan di grup WhatsApp (WA) anggota arisan online.

Dan korban EL bersama korban lain JF, RZ, DA, AH, VM, DS, kemudian sepakat untuk menanyakan kelanjutan arisan karena tidak ada kejelasannya.

"Para anggota telah mentransfer sejumlah uang arisan kepada terlapor, akan tetapi tidak ada kejelasan dari terlapor," jelas EL.

Baca juga: Korban Arisan Online Minta Rumah Lusi di Segel, Ini Penjelasan Kepolisian

Baca juga: Deretan Korban Arisan Online oleh Janda Muda, Kini 50 Orang Lapor Polisi Kerugian Rp 400 Juta

Baca juga: Update Kasus Lusi Janda Muda Asal OKU Selatan, Belasan Perempuan Laporkan Bandar Arisan ke Polisi

EL menambahkan, terlapor selalu memberikan harapan dan meminta para anggota untuk bersabar.

"Setelah bersabar dan selalu dijanjikan palsu, akhirnya kami sepakat untuk menanyakan langsung kepada terlapor. Mendatangi rumah terlapor, tetapi terlapor tidak ada di rumah bahkan sampai sekarang tidak ada kabarnya," terang korban.

Atas kejadian tersebut, sambung EL. Para korban mengalami kerugian sekitar Rp 134 juta.

"Kami melapor supaya terlapor bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya, dan uang kami bisa dikembalikan," pintanya.

Sementara, Kasubbag Humas Polrestabes Palembang, AKP Irene membenarkan adanya laporan para korban penipuan arisan online. "Laporan masih dalam penyelidikan," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved