Wacana Pemindahan Pedesterian : Pemilik Toko Bersyukur, PKL Kecewa
Pedestrian ini akan menghindari adanya pedagang kaki lima, yang acap menganggu ketertiban, dan meninggalkan kesan pedestrian itu seperti pasar malam
Penulis: maya citra rosa | Editor: aminuddin
SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Wacana pemindahan lokasi Pedestrian Sudirman Palembang ke tempat yang baru sudah ada sejak beberapa bulan yang lalu.
Namun wacana ini belum banyak didengar oleh sebagian pemilik toko yang berada di sekitar jalan Sudirman, bahkan sebagian mendukung pemindahan itu karena dianggap tidak terlalu berpengaruh pada kemajuan toko di kawasan tersebut.
Salah satu pemilik toko accesories kendaraan, Aceng mengatakan, selama ini Pedestrian Sudirman memang lebih bagus karena penataan trotoar jalan lebih rapi, namun baginya pedestrian tidak terlalu banyak berdampak bagi penghasilannya.
"Selama ini kan kita kalau malam tutup, juga tidak terlalu berdampak ke kami, bagus kalau dipindahkan," ujarnya.
Namun, tidak bagi salah seorang pedagang kaki lima yang berjualan minuman keliling, Rusdi yang kecewa jika sampai Pedestrian Sudirman dipindahkan ke lokasi yang hingga saat ini belum diketahui.
Belum lagi akibat pandemi, penghasilan Rusdi sangat tidak menentu sehingga membuatnya harus berkeliling membawa barang dagangannya di sekitaran jalan Sudirman hingga pasar 16 Ilir.
"Iya kalau pindah nanti mau jualan ya seperti ini, selama ada pedestrian setiap malam minggu ramai, dagangan lumayan laku orang beli air minum," ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani mengatakan, pemindahan lokasi pedestrian ini salah satunya karena banyak kritik seperti menimbulkan kemacetan, dampak lingkungan dan sebagainya.
Oleh karena itu, saat ini ada satu tempat yang masih dikaji oleh pihaknya untuk dijadikan tempat pedestrian yang baru.
Dirinya belum dapat mengungkapkan dimana lokasi pedestrian tersebut, karena masih akan meminta persetujuan dari Walikota Palembang.
"Kita sedang mencari lokasi lain yang bersih dari kritik seperti menimbulkan kemacetan dan lain sebagainya, dengan mometum pandemi ini dapat melakukan pembenahan dan mengkaji kembali lokasi yang tepat untuk memindahkan pedestrian," ujarnya saat diwawancarai, Senin (23/11/2020).
Isnaini menyebutkan bahwa lokasi pedestrian nantinya memiliki konsep yang sama dengan sebelumnya, namun luas tempat yang lebih kecil daripada pedestrian Sudirman, sehingga tidak menutup jalan dan tidak menimbulkan dampak lingkungan lainnya.
Pedestrian ini juga nantinya akan menghindari adanya pedagang kaki lima, yang seringkali menganggu ketertiban, dan meninggalkan kesan pedestrian itu seperti pasar malam.
Dia meminta agar tugas OPD terkait dapat memberikan sanksi tegas saat pedestrian lokasi baru nantinya sehingga permasalahan yang sebelumnya kembali terulang.
"Jangan sampai yang sudah menjadi kendala terulang kembali di tempat yang baru
makanya kita harapkan pihak terkait dapat tegas terhadap kendala yang ada nantinya," ujarnya.
Sampai saat ini dia belum dapat memastikan kapan target wacana pemindahan pedestrian ini dapat direalisasikan.
"Kita menunggu hingga wabah pandemi ini usai terlebih dahulu, tidak bisa langsung sekali jalan, sambil mengkaji ulang terkait lokasi pemindahan pedestrian ini," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pedesterianjpg.jpg)