Breaking News:

Tiga Desa di OKI Sambut Baik Program Padat Karya Penanaman Mangrove

Pandemi Corona Virus Infectious Disease 2019 (Covid-19) secara nyata telah mengganggu aktivitas perekonomian negara di dunia termasuk di Indonesia

ist
Mangrove IST Pencanangan Padat Karya Mangrove lingkup Kabupaten OKI ditandai dengan penanaman mangrove bersama Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, Senin (23/12/2020). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Sebanyak tiga desa di wilayah Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI, menyambut Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan lewat  Program Padat Karya Penanaman Mangrove. 

Penanaman Mangrove di Desa Simpang Tiga Abadi, Desa Simpang Tiga Jaya, Desa Sungai Lumpur itu seluas 230 hektar dengan melibatkan 456 orang yang tergabung dalam 5 kelompok masyarakat.

Ke 5 kelompok masyarakat itu adalah Kelompok Bakau Abadi (100 orang) 50 hektar, Kelompok Peduli Mangrove (100 orang) 50 hektar, Kelompok Bakau Jaya Abdi (100 orang) 50 Hektar, Kelompok Hutan Mangrove (96 orang) 50 hektar dan Kelompok Pencinta Mangrov (65 orang) 30 hektar.

Setiap tahapan pelaksanaan yanhg dimulai dari persiapan hingga penanaman dibayarkan kepada masyarakat melalui mekanisme account to account ke rekening anggota kelompok berdasarkan prestasi kerja masing-masing.

"Kami sangat mendukung program seperti ini karena sangat sesuai dengan kondisi masyarakat dan dapat membantu apalagi pada kondisi pandemi.

Pemerintah OKI mendukung dan mendorong program seperti ini untuk dilanjutkan.

Tidak hanya mendorong tapi kami akan berada di depan untuk masyarakat," ujar Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, Jakfar Sodiq pada Pencanangan Padat Karya Mangrove lingkup Kabupaten OKI ditandai dengan penanaman mangrov dalam rilis yang diterima Sripoku.com, Senin (23/12/2020) malam.

Hadir dalam acara ini unsur OPD terkait, UPT Kementerian LHK, serta masyarakat pelaksana Padat Karya Mangrove.

Kepala Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Musi, Siswo, S.Hut.,M.Si.berharap kegiatan ini benar-benar dapat memberikan stimulus bagi masyaraka sekaligus bermanfaat bagi kelestarian ekosistem mangrove sehingga dapat lebih memberi manfaat lagi bagi masyarakat.

Pandemi Corona Virus Infectious Disease 2019 (Covid-19) secara nyata telah mengganggu aktivitas perekonomian negara di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Selama terjadinya pandemi Covid-19, kegiatan dunia usaha mengalami gangguan yang signifikan baik dalam proses produksi, distribusi dan kegiatan operasional lainnya yang pada akhirnya mengganggu  kinerja perekonomian nasional.

Program ini diharapkan dapat menjadi stimulus perekonomian bagi masyarakat di sekitar ekosistem mangrove melalui pemberian kesempatan untuk berusaha dan melakukan aktivitas yang dapat memperbaiki keadaan ekonomi masyarakat serta ekosistem mangrove.

Padat Karya Penanaman Mangrove di Provinsi Sumatera Selatan meliputi Luas 310 Hektar yang tersebar di 2 Kabupaten yaitu Banyuasin dan Ogan Komering Ilir (OKI).

Kegiatan ini melibatkan sebanyak 629 orang dan menyerap 34.076 Hari Orang Kerja (HOK).

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: aminuddin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved