Breaking News:

Covid19

Kontroversi Sekolah Tatap Muka Januari 2021, Menteri Nadiem Makarim Hormati Permintaan Kepala Daerah

Rencana sekolah melakukan pembelajaran secara tatap muka mulai Januari 2021, justeru menuai kontroversi. Ada khawatir tertular Covid-19.

Tribunnews
Menteri Nadiem Makarim 

SRIPOKU.COM --  Kebijakan pemerintah segera memberlakukan mengakhiri proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online, dan kembali mengizinkan sekolah belajar normal dan belajar secara tatap muka.

Pemerintah segera menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Melalui SKB tersebut, Pemerintah memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah pada Januari mendatang.

Namun rencana pembelajaran tatap muka menjadi kontroversial. Di satu ada orangtua dan masyarakat yang mendukung, di sisi lain kelompok yang sama justeru khawatir anak-anak akan tertular virus corona atau Covid-19.

Baca juga: UPDATE Terkini: Ini Dia Keputusan Final Nadiem Makarim Kapan Sekolah Dibuka Lagi, DPR Sepakat

Baca juga: KABAR BAIK, Mendikbud Nadiem Makarim Siapkan Kapasitas 1 Juta Pengangkatan Guru Honorer jadi PPPK

Mendikbud Nadiem Makarim saat luncurkan empat kebijakan merdeka belajar dalam rapat koordinasi kebijakan pendidikan tinggi di Gedung D kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat (24/1/2020).(Kemendikbud)
Mendikbud Nadiem Makarim.  (Kemendikbud)

Nadiem menegaskan, keputusan pemerintah pusat ini adalah berdasarkan permintaan daerah. Pemerintah daerah diberi wewenang untuk memberi izin pembelajaran tatap muka.

“Kewenangan yang diberikan kepada pemerintah daerah untuk mengizinkan pembelajaran tatap muka merupakan permintaan daerah," ujarnya, dikutip dari Kemdikbud.go.id, Jumat (20/11).

Pembelajaran tatap muka dapat dilakukan secara serentak dalam satu wilayah kabupaten/kota atau bertahap per wilayah kecamatan dan/atau desa/kelurahan.

Menurutnya, terlalu lama tidak melakukan pembelajaran tatap muka akan berdampak negatif bagi anak didik.

Kendala tumbuh kembang anak serta tekanan psikososial dan kekerasan terhadap anak yang tidak terdeteksi juga turut menjadi pertimbangan.

“Pengambilan kebijakan pada sektor pendidikan harus melalui pertimbangan yang holistik dan selaras dengan pengambilan kebijakan pada sektor lain di daerah,” jelas Nadiem Makarim.

Halaman
1234
Editor: Sutrisman Dinah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved