Breaking News:

news

Tergiur Dibayar Rp 6 Juta, Driver Ojol Utang ke Mertua Hendak Jemput Wanita Rohingya, Ternyata Apes

Polisi telah menetapkan BS (45) sebagai tersangka perkara upaya penyelundupan Rohingya di Lhokseumawe. 

SERAMBINEWS.COM/ZAKI MUBARAK
Tersangka BS (45) pria asal Tangerang ditangkap TNI saat hendak membawa kabur empat Rohingya di Kamp bekas Balai Latihan Kerja (BLK) Kandang di Gampong Meunasan Mee, Kecamatan Muara , Lhokseumawe pada Jumat (20/11/2020) sore ternyata berprofesi sebagai driver ojek online (ojol), kini telah di tahan di Mapolres Lhokseumawe, Minggu (22/11/2020). 

SRIPOKU.COM, ACEH-Polisi telah menetapkan BS (45) sebagai tersangka perkara upaya penyelundupan Rohingya di Lhokseumawe. Ia ditangkap anggota TNI Kodim 0103 Aceh Utara saat masuk ke kamp pengungsian Rohingya di Balai Latihan Kerja (BLK) Kandang, Gampong Meunasah Mee, Kecamayan Muara Dua, Lhokseumawe, pada Jumat (20/11/2020) sore.

Saat diwawancara Serambinews.com di Mapolres, Minggu (22/11/2020), pria asal Tangerang, Provinsi Banten tersebut mengaku tidak menyangka dirinya akan terjerat perkara penyelundupan Rohingya.

Soalnya ia hanya disuruh untuk menjemput seorang wanita dan anaknya di Lhokseumawe.

Namun sampai di lokasi ia malah diciduk anggota TNI penjaga Kamp.

Pria itu dengan polos menanyakan kepada petugas bahwa dirinya hendak menjemput wanita Rohingya dengan nama Somin Ara. Kemudian dirinya digelandang ke Makodim setempat.

“Saya masuk ke dalam Kamp, saya tanya ke orang-orang disitu tentang wanita yang harus dijemput. Saya bingung banyak orang di sana, ada anggota. Kemudian saya keluar dari kamp dan saat itulah saya dipanggil anggota TNI dan Polisi, saat ditanya ya saya jawab jujur, karena saya kira tidak ada masalah,” sebut BS.

Ia mengaku shock setelah diberitahu oleh petugas, bahwa dirinya berupaya membawa kabur pengungsi Rohingya.

“Tak terlintas dibenak saya akan ditangkap dengan kasus penyelundupan manusia. Karena orang menelpon saya mengaku orang Malaysia dan mengenal saya. Ia hanya meminta saya jemput adik perempuannya di Lhokseumawe, pria ditelpon itu tidak menjelaskan bahwa mereka adalah pengungsi Rohingya,” jelas BS.

Sehingga BS mengira, dua yang akan dijemputnya di Lhokseumawe adalah warga asal Malaysia yang tidak tahu jalan pulang, atau sudah mati passportnya. Ia mengaku tugasnya sangat sederhana, hanya menjemput dua wanita.

Kemudian disuruh bawa ke penginapan, sampai disana, para Rohingya disuruh video call untuk membuktikan tugas sudah dilaksanakan.

Halaman
1234
Editor: Wiedarto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved