Breaking News:

news

Jasad Kedua Ditanam di Kebun Ubi: Jagal Depok Kalap Oknum Guru Ngaji Selalu Minta Jatah Diremas

Korban pertama yang ditemukan adalah Dendi, kakak korban, korban kedua di Bogor bernama Muhammad Syarifudin biasa dipanggil Didin.

istimewa
ISTIMEWA Situasi penggalian ubin rumah kontrakan di Gang Kopral Daman, Jalan Raya Muchtar, Sawangan Baru, Depok, Jawa Barat pada Rabu (18/11/2020), tempat ditemukannya rangka manusia yang dikubur. 

SRIPOKU.COM, BOGOR -- Kasus pembunuhan yang jasadnya dikubur di rumah kontrakan di Sawangan ternyata melibatkan dua orang pelaku.
Dengan demikian selain dua korban pembunuhan, juga dua pelaku pembunuhan.
Yang pertama berinsial J (Juan), satu lagi berinisial K (Khoir), teman J dan juga teman korban.
Korban pertama yang ditemukan adalah Dendi, kakak korban, korban kedua di Bogor bernama Muhammad Syarifudin biasa dipanggil Didin.

Kasus makin terungkap bahwa motif pembunuhan dengan dua korban diduga berbau cinta sesama.
Terutama terkait korban di Bogor Didin, yang dikabarkan mantan guru agama.
Digrup Whats App beredar foto keempatnya semasa masih hidup. Foto diambil 20 April 2019.

Tak dinyana mereka berakhir dengan kasus pembunuhan dimana pelakunya terancam hukuman mati.
Kapolsek Nanggung Resor Bogor, Iptu Dedy Hermawan, membenarkan telah menangkap dua pelaku penyusul terungkapknya kasus pembunuhan di sebuah rumah kontrakan di Sawangan.

"Pelaku dua. Keduanya warga Nanggung, Kabupaten Bogor," kata Iptu Dedy Hermawan.
Menurut Dedy, pihaknya hanya melakukan pendampingan untuk Polres Metro Depok dalam pengungkapan kasus ini. Karena dalam pengembangan dari temuan mayat di Depok, mengarahkan kasus ini ke Bogor.
"Awalnya penangkapan bersama kita dengan Polres Depok. Kemudian pengembangan ada satu korban lagi di perkebunan di Nanggung," kata Dedy.

Dia menjelaskan, proses evakuasi mayat di Bogor pada Kamis (19/11) membutuhkan waktu cukup lama.
Mulai pukul 12.00 WIB hingga malam hari. Setelah dievakuasi, jasad tersebut kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati.
"Posisinya masih pakai baju lengkap. Dibawa ke RS Polri untuk keperluan autopsi. Kita akan terus berkoordinasi dengan Polres Depok mengenai kasus ini," katanya.
Diduga Berbau Cinta Sesama
Menurut Dedi, pelaku pembunuhan di Depok pernah melakukan perbuatan kejinya di wilayah hukum Polsek Nanggung.
“Dua Orang pelaku asal Desa Bantarkaret berinisial J dan K berhasil kami tangkap, dan sesosok mayat bernama Syarifudin berhasil kami temukan di sebuah kebun singkong,” ujarnya.
"Kami langsung mengevakuasi mayat tersebut dan membawanya ke RS. Polri Soekanto untuk dilakukan Otopsi,” tutur Dedi.
Kepada wartawan J mengungkapkan bahwa pembunuhan terhadap Syarif alias Didin dilakukan pada Agustus 2020 lalu.
J dibantu oleh temannya bernama K Juan. Sebelum pembunuhan terjadi Syarif main ke rumahnya di Bogor.

Kemudian Syarif mengajak ke sebuah rumah kosong dengan alasan mencari sinyal.
Sampai di rumah tersebut, Syarif meminta Juan melakukan hubungan sesama jenis. J menolak namun korban tetap memaksa.
”Kalau Bang Syarif karena memaksa saya sama teman saya (K) untuk melayani dia berbuat hubungan sesama jenis,” kata J Jumat (20/11/2020).
Menurut J, Syarif sudah berkali-kali merayu melakukan hubungan sesama jenis.
Tapi J terus menolak, ketika di Bogor, Syarif kembali meminta hal yang sama dengan paksaan.

Untuk menghabisi nyawa Syarif, Juan dibantu K."Syarif dipukul menggunakan knalpot motor bekas di bagian kepala," ujarnya.
Setelah itu korban dipukul dan dikubur di dekat rumah kosong itu.
Sementara itu seperti dikutip RRI, Sbastian (20 tahun), warga setempat yang mengaku mengenal korban inisial D dan 3 orang lainnya teman korban.
Menurutnya, empat sekawan lelaki itu sering nongkrong di warung miliknya yang tidak jauh dari lokasi penemuan mayat atau kontrakan.
Empat sekawan yang dikenal Sbastian itu adalah Didin, J, K dan Dendi.
"Saya kenal mereka berempat karena sering mampir ke warung saya. Apalagi salah satu teman mereka Didin adalah saudara saya," tutur Sbastian kepada wartawan di lokasi, Kamis (19/11/2020), seperti dikutip dari rri.co.id.

Kecurigaan Sbastian bahwa mereka memilki prilaku sesual menyimpang yakni homoseksual adalah mereka pasangan gay.
Bahkan menurut Sbastian, kelainan seksual Didin sudah diketahui kalangan keluarga dan sahabat-sahabat Didin.
"Didin tak segan melakukan pelecehan seksual kepada setiap pria yang dekat dengannya. Saya aja sering digerepin tetek saya sama kelamin saya diremas Didin. Bahkan ada yang dirangkul dan diciumin sama dia," ujarnya.
J diduga membunuh karena meminta sang adik menyerahkan diri ke polisi usai pembunuhan Didin di Bogor 4 bulan lalu.
Karena panik dan ingin menghilangkan jejak, J akhirnya membunuh D.
K diduga tak terlibat dengan aksi pembunuhan itu. Hanya saja K ikut mengubur korban di bawah ubin kontrakan.
Kapolsek Sawangan Kompol Sutrisno masih enggan menanggapi dugaan adanya hubungan sesama dalam kasus itu.
Adik Didin Minta Juan Dihukum Mati
Sementara itu adik Didin, Reni, tak kuasa menahan emosi saat tahu pelaku pembunuh kakaknya adalah Juan yang merupakan orang dekat dengannya.
Dengan suara terbata-bata Reni berharap Juan dihukum seberat-beratnya. Sebab, dia teleh membunuh dua orang.
Pertama adalah kakaknya dan kedua, kakak kandung Juan sendiri, Dendi.
“Hukum seberat-beratnya kalo bisa hukuman mati,” kata Reni di kediamannya Jalan Kopral Daman, Sawangan, Kota Depok, Jumat (20/11/2020).
“Kan dia bisa matiin abang saya, abangnya sendiri, hukum mati lah, penjara seumur hidup,” tambahnya.
Menurut Reni, ia menilai bila hukuman untuk Juan tak sebanding dengan perbuatannya, dikhawatirkan setelah selesai menjalani masa tahanan Juan akan mengincar keluarganya.
“Karena kalau dia keluar, dia psikopat. Dia bisa bunuh keluarga. Dia orangnya kaya punya pribadi ganda jadi bisa tiba-tiba baik, bisa kasar,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah, menuturkan, pelaku Juan disangkakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman maksimal seumur hidup atau hukuman mati.
“Pasal yang disangkakan Pasal 340 KUHP dan 338 KUHP yaitu pembunuhan perencanaan dengan ancaman hukuman, hukuman mati, seumur hidup, atau 15 tahun,” ucap Azis saat memimpin ungkap kasusnya di Mapolrestro Depok, Pancoran Mas, pada Kamis (19/11/2020) malam.

Sang Jagal Ikut Cari ke Hutan
Reni menceritakan perjuangan keluarganya mencari sang kakak yang tetiba hilang tanpa kabar.
“Saya sama keluarga, nyari sendiri. Sampai ke Leuwiliang, terus daerah sekitarnya. Fokus kita disitu,” jelas Reni.
Awalnya, Reni mengaku ia dan keluarga mencari keberadaan kakaknya di daerah Rumpin, Parung, Bogor, sampai menghabiskan waktu tiga hari lamanya.
Selanjut, beragam upaya pun dilakukan mulai dari lapor orang hilang ke Kepolisian setempat, menyebar poster orang hilang, hingga mendatangi praktisi supranatural pun ditempuh.

Seluruh upaya tersebut pun tak membuahkan hasil. Buntutnya, Reni dan keluarga nekat menyambangi kediaman Juana di Leuwiliang, Bogor, meski tak mengantongi alamat lengkap.
“Akhirnya ketemu sama si Juan. Dia kaget tanya ngapain ke rumahnya . Saya bilang mau main saja, sekalian nyari Bang Didin,” tuturnya.
Reni mengakui, tak sedikitpun menaruh curiga pada Juan. Hal ini disebabkan Juan ikut mencari keberadaan Didin hingga ke pedalaman hutan di sekitar rumahnya.
“Si juan ikut nyari tapi bawa motor. Si Juan selalu ikut cari kaya orang gak bersalah, datar saja,” ungkapnya.
Reni berujar, saat mencari bersama Juan, dirinya sempat memiliki firasat tak baik terhadap sebuah bangunan kosong yang ternyata hanya berjarak beberapa meter dari tempat Didin dikuburkan.
“Sempat curiga, ada bangunan kosong. Itu masih punya keluarga Juan. Gak tahunya Bang Didin dikubur dekat situ,” jelasnya.
Jalan buntu pun ditemui Reni dan keluarga dalam pencarian Didin, hingga akhirnya memutuskan kembali ke rumah dan berikhtiar.
“Gimana ya, yaudah kita ikhtiar saja berdoa,” timpalnya singkat.
Rabu (18/11/2020), bagai petir di siang bolong. Kabar buruk pun diterima Reni dan keluarga, dimana sesosok mayat ditemukan terkubur dalam kontrakan Juan di dekat rumahnya.
Baca juga: VIDEO Warga Nikmati Situ Cibinong, dari Sekadar Ngopi Hingga Memancing
Kecurigaan Reni dan keluarga selama ini kepada Juan pun terbukti. Saat ini, ia mengatakan hanya ingin fokus memakamkan Didin di tempat peristirahatan terakhirnya yang layak.
“Rencana mau dimakamkan di kawasan Bedahan, Sawangan. Tapi abang (jasad Didin) masih di RS Polri Kramat Jati. Ini sore kami mau kesana bawa surat-surat identitas abang. Harapannya semoga pelaku dapat hukuman setimpal,” ujarnya. (WartaKota/Tribunjakarta.com)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Kasus Adik Bunuh Kakak di Sawangan dan Satu Lainnya di Bogor Ternyata 2 Pelaku, Berbau Cinta Sesama?, https://wartakota.tribunnews.com/2020/11/22/kasus-adik-bunuh-kakak-di-sawangan-dan-satu-lainnya-di-bogor-ternyata-2-pelaku-berbau-cinta-sesama?page=all.
Editor: Wito Karyono

Editor: Wiedarto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved