Breaking News:

Saat Fermentasi Buah Durian Hasilkan Pindang Tempoyak yang Bisa Bikin Lidah Wong Palembang Bergoyang

"Saya kreasikan ikan patin, tempoyak, dan rempah-rempah untuk dijadikan pindang tempoyak. Rupanya banyak yang suka,"

sripoku.com/jati
Pindang tempoyak, salah satu kuliner yang bisa dicari di Palembang. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pandemi Covid-19 atau Virus Corona membuat warga Palembang mengganti selera.

Tak hanya berburu menu makanan menggoyang lidah, tetapi sekaligus menyehatkan karena berbumbu rempah-rempah alami.

Salah satunya, makanan khas palembang pindang tempoyak menjadi pilihan pencinta kuliner. 

Baca juga: Pandemi Virus Corona tidak Membuat RS Ernaldi Bahar Palembang Kedatangan Banyak Pasien, Malah Turun

Adalah Rini Novita, pemilik katering Be and By, dirinya mengolah ikan patin dengan fermentasi buah durian dipadu aneka rempah.

Tujuannya agar tak hanya menghasilkan sensasi rasa kuah yang menyegarkan, tapi juga memiliki manfaat untuk kesehatan.

"Saya kreasikan ikan patin, tempoyak, dan rempah-rempah rupanya banyak yang suka," ujar Rini, Sabtu (21/11/2020).

Dia mengatakan, pindang olahan yang memiliki tampilan kuah kuning kemerahan ini ditawarkan dengan harga Rp 30 ribu per porsi ini dalam sehari dapat terjual hingga 100 porsi. 

Baca juga: Mengenal Sosok Almarhum Ricky Yacobi, Legenda Timnas Indonesia, Sempat Berkiprah di Jepang!

Penjualan yang cukup tinggi dari pindang kreasinya ini dapat membantu penjualan aneka produk makanan yang disediakannya melalui usaha katering yang telah dirintisnya sejak 2009 lalu. 

Menurut Rini, diawal pandemi Covid-19, bisnis katering lumayan sepi karena banyak masyarakat yang mengurangi kegiatan atau acara.

Rini Novita saat memasak pindang patin tempoyak.
Rini Novita saat memasak pindang patin tempoyak. (sripoku.com/jati)

Kalaupun permintaan tetap masuk, jumlahnya tidak sebanyak hari normal. Terlebih, ada orang yang rela memasak sendiri untuk kebutuhan makanan untuk acara yang digelar dengan jumlah tamu terbatas.

Baca juga: Lirik Lagu Blue & Grey - BTS, Lengkap Video & Terjemahan Bahasa Indonesia, Bisa Download di Sini

"Sekarang sudah mulai banyak yang cari makan di luar. Lumayan juga untuk meningkatkan omzet yang turun. Semoga ke depan semakin lancar." kata Rini.

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved