Breaking News:

Uang Arisan Warga OKU Selatan Rp 1 Miliar Dibawa Kabur Wanita Muda, Korban 100 Orang Lebih

Kasus tersebut viral di media sosial facebook pasca Lusi yang merupakan seorang janda, tak bisa dihubungi lagi.

ISTIMEWA
Lusia Tania, janda muda yang bawa kabur uang arisan online Rp 1 miliar. 

MUARADUA, SRIPO -- Lusia Tania (21), warga Sawah Kelurahan Pasar Kecamatan Muaradua OKU Selatan diduga melarikan uang arisan lebih Rp 1 miliar. Uang tersebut diperkirakan dari para para korbannya berjumlah lebih 100 orang.

Kasus tersebut viral di media sosial facebook pasca Lusi yang merupakan seorang janda, tak bisa dihubungi lagi. Ia dan keluarganya sudah meninggalkan rumahnya, Senin (16/11) dini hari.

Dari informasi yang diterima Sripo, anggota arisan yang dihimpun via grup WhatsApp telah tercatat lebih dari 100 orang korban.

Baca juga: Sosok Lusi Bandar Arisan di Muaradua OKU Selatan yang Dicari Banyak Orang, Pakai Kawat Gigi Emas

Mereka berasal dari Kota Muaradua Kabupaten OKU Selatan hingga luar daerah seperti Baturaja, Palembang, Lampung dan Jakarta.

Kerugian setiap orang ditaksir mulai dari Rp 3 juta hingga lebih ratusan juta rupiah.

"Rumahnya sudah kosong, pergi meninggalkan rumah dua hari lalu tanpa pamit. Mereka mengendarai 3 unit sepeda motor," ujar AN, tetangga Lusi.

Sedangkan seorang korban, Poni (32) warga Tebing Gading Kelurahan Batu Belang, mengaku mengikuti arisan yang dikelola Lusi sejak empat bulan lalu. Ia sudah setor uang seratusan juga dan kini dibawa lari pelaku.

Baca juga: Janda Muda di OKU Selatan Diduga Larikan Uang Arisan Online, Korban dari Palembang Hingga Jakarta

"Total semuanya lebih dari Rp 100 juta karena ikut arisannya tidak hanya satu sejak 4 bulan lalu," ujar Poni.

Dikatakan Poni, ia dan rekannya tergiur dan percaya lantaran pelaku berpenampilan serba mewah dan mekanisme arisan dengan nama Arisan Menurun tersebut dinilai menguntungkan para anggotanya.

Setelah Lusi kabur dengan membawa uang pengikut arisan, Poni dan belasan korban yang merasa dirugikan segera melaporkan pelaku kepihak kepolsian untuk menangkap pelaku yang telah melarikan diri tersebut.

"Besok kita akan ramai-ramai datang ke Polres melaporkan pelaku," ujar Oza, korban lainnya.

Menurut cerita para korban, arisan yang bersifat harian, mingguan hingga bulanan diumumkan lewat grup WA, dengan mekanisme penarik tercepat kurang diuntungkan karena angsuran lebih besar, sementara yang paling akhir lebih diuntungkan dengan angsuran lebih kecil hanya saja dalam kurun waktu lama.

Kapolres OKU Selatan AKBP Zulkarnain Harahap SIK, melalui Kasatreskrim APK Apromico, SH, SIK, MH mengatakan telah mendapat infomasj terkait adanya dugaan penggelapan uang yang viral di media sosial, hanya saja sejauh ini pihaknya masih menunggu laporan para korban.

"Korban katanya banyak, tapi hingga saat ini belum ada yang melapor kalau konsul sudah ada," ujar Apromico. (cr28)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved