Breaking News:

Liga 1

Pemain dan Pelatih Persebaya Bisa Gajian Kurang dari 25 Persen, Ini Sebabnya

Setelah menerima surat keputusan baru dari PSSI, Persebaya Surabaya membuka opsi untuk melakukan pembayaran gaji pemain di bawah 25 persen.

Editor: Hendra Kusuma
Ist/handout
Pemain dan Pelatih Persebaya Bisa Gajian Kurang dari 25 Persen, Ini Sebabnya 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Keputusan Polri tak mengeluarkan izin menggelar pertandingan untuk semua pertandingan sepakbola terutama Liga 1 dan Liga membuat semua elemen nelangsa.

Sebab, para pemain, pelatih, hingga manajemen dalam kesulitan.

Pengurus klub kesulitan mencari uang tambahan, imbasnya gaji pelatih dan pemain tersendat atau terjadi pengurangan-pengurangan untuk jumlah gaji pemain di Liga 1 dan Liga 2 

Setelah menerima surat keputusan baru dari PSSI, Persebaya Surabaya membuka opsi untuk melakukan pembayaran gaji pemain di bawah 25 persen.

Hal tersebut dilakukan untuk menekan pengeluaran dengan harapan menstabilkan keuangan klub di masa sulit ini.

“Persebaya akan mempelajari detil surat keputusan PSSI ini. Terkait hak untuk pemain dan pelatih, tentu akan disesuaikan dengan kemampuan finansial klub. PSSI memberi catatan maksimal 25 persen, berarti bisa kurang dari angka tersebut,” kata manajer Candra Wahyudi.

Srat SKEP bernomor 69 tersebut memuat mengenai masalah penundaan kompetisi 2020 dan pembayaran gaji.

Dalam poin keempat disebutkan bahwa pembayaran gaji pemain, pelatih, dan ofisial mulai bulan Oktober sampai Desember ditetapkan maksimal 25 persen dari nilai kontrak dalam Perjanjian Kerja.

Sementara, poin kelima menyebut satu bulan sebelum kompetisi dimulai, pihak klub bisa melakukan renegosiasi ulang dengan besaran 50 persen untuk Liga 1 dan 60 persen untuk liga 2.

Dengan kata lain, selama masa hiatus kompetisi, pemain dan anggota tim lain akan dibayar maksimal seperempat gaji awal mereka.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved