Sosok Lusi Bandar Arisan di Muaradua OKU Selatan yang Dicari Banyak Orang, Pakai Kawat Gigi Emas

Korban yang uang arisannya digelapkan Lusi diperkirakan lebih dari 100 orang, termasuk dari anggota kepolisian dan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Refly Permana
sripoku.com/alan
Lusi Tania, warga OKU Selatan, yang sedang dicari karena diduga menggelapkan uang arisan online. 

SRIPOKU.COM, MUARADUA - Diduga menggelapkan uang arisan dengan total mencapai lebih dari Rp 1 milyar, Lusi Tania (22) kini sedang dicari banyak orang.

Perempuan berstatuskan janda itu sudah tidak bisa lagi dijumpai di rumahnya yang berlokasi di Kelurahan Pasar, Kecamatan Muaradua, OKU Selatan.

Rumah yang selama ini ditempat Lusi dan keluarga itu kini kosong tanpa penghuni.

Baca juga: Cerita Pelatih Fisik Sriwijaya FC Ananto Nurhani, Merawat Burung dan TC Siswa SMPN 2 Sewon di Bantul

Informasi yang dihimpun, Lusi dikenal sebagai sosok yang kerap menonjolkan kemewahan. Hal tersebut diungkapkan oleh tetangga di sekitar kediaman Lusi.

Bahkan, Lusi memakai kawat gigi yang terbuat dari emas.

Dikenal seperti orang kaya, Lusi kerap menunjukan hidup mewahnya pada teman arisan dengan mudah membelikan barang pakaian, pamer jalan-jalan, serta kerap mentraktir sesama teman arisan.

Di rumahnya yang berlokasi tidak jauh dari jantung Muaradua, sebelumnya Lusi anak sulung tersebut tinggal bersama keluarga, yakni kedua orangtuanya serta dua orang saudaranya.

Rumahnya yang ia tinggali merupakan rumah beton berukuran cukup besar, memiliki satu lantai berbahan keramik, serta dilengkapi dengan dengan perlengkapan parabotan isi rumah dengan harga mahal.

"Gayanya hobi jalan, traktiri temen-temen arisan, dan membelikan pakaian.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pagaralam Baru Saja Diguncang Gempa 5,2 Skala Richter, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Rumahnya sudah kosong, pergi meninggalkan rumah dua hari lalu tanpa pamit mengendarai 3 unit sepeda motor," ujar tetangga.

Korban yang uang arisannya digelapkan Lusi diperkirakan lebih dari 100 orang, termasuk dari anggota kepolisian dan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Per orang, bisa merugi Rp 3 juta hingga lebih ratusan juta.

Tidak hanya dari Muaradua, korban juga ada dari Baturaj, Palembang, Lampung, dan Jakarta dengan arisan yang dihimpun pelaku melalui komunikasi anatar group WA.

Ia menjadi viral di Facebok pasca tidak dapat dihubungi meninggalkan rumah bersama keluarga Senin (16/11/2020) dinihari.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved