Breaking News:

UU ITE

Penyididk Polri Tolak Penangguhan Penahanan Gus Nur, Walau Dijamin Tokoh Ulama

PENYIDIK Bareskrim Polri menolak penangguhan penahanan yang diajukan Sugi Nur Rahardja alais Gus Nur. Walaupun dijamin sejumlah tokoh.

Editor: Sutrisman Dinah
Tribunnews.com
Dr Refly Harun SH MH LLM 

SRIPOKU.COM -- Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri, menolak pengajuan penangguhan penahanan yang diajukan oleh Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur. Polisi memperpanjang masa penahanan terhadap Gus Nur yang bermasalah akibat mulut lantangnya.

Gus Nus ditangkap polisi di kediamannya di Malang (Jawa Timur), menyusul laporan dengan tuduhan ujaran kebencian yang ditujukannya kepada organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Ia ditangkap tengah malam, kemudian dibawa ke Jakarta.

Kuasa Hukum Gus Nur, Chandra Purna Irawan, menyampaikan hal itu setelah mendapat jawaban dari penyidik Bareskrim Polri. Penyidik memutuskan untuk memperpanjang masa tahanan terhadap Gus Nur.

"Iya betul penangguhannya ditolak dan polisi memperpanjang masa penahanan," kata Chandra, Sabtu (14/11).

Baca juga: Refly Harun Diperiksa Polisi Besok, Saksi Kasus Tersangka Gus Nur

Baca juga: Gus Nur Ditangkap Malam-malam saat Sedang Bekam, Ini Kasus yang Menjeratnya

Chandra tidak mengetahui alasan penolakan penangguhan penahanan itu. Ia hanya mendapatkan surat yang menyatakan penolakan permohonan yang diajukan Gus Nur.

"Tidak dijelaskan apa yang menjadi dasar penolakan, hanya saja kita dikasih surat itu saja. tapi kita sempat mau jumpa sama Gus Nur di Rutan pas kita mau jumpa tadi di fasilitasi sama penyidik terkait perpanjangan penahanan," katanya.

Di sisi lain, Chandra mengatakan, perpanjangan penahanan selama 40 hari ke depan. "Ini diperpanjangnya dari mulai hari ini sampai 40 hari," katanya.

Diberitakan sebelumnya, kuasa hukum Gus Nur akan mengajukan penangguhan penahanan terhadap kliennya ke Bareskrim Mabes Polri. Diantara alasan diungkapkan  Chandra yakni karena Gus Nur memiliki banyak santri yang harus diperhatikan.

Gus Nur dijadikan tersangka dan sudah ditahan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, selama 20 hari.Ia menjadi tersangka dengan tuduhan menyebarkan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU).

"Ustadz Gus Nur memiliki santri-santri yang perlu untuk diperhatikan dari sisi pembinaan mengaji Al-Qur'an, nafkah dan operasional pesantren. Karena santri-santri dan operasional pesantren selama ini yang membiayai adalah ustadz Gus Nur," kata Chandra beberapa waktu lalu.

Halaman
12
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved