Breaking News:

Liputan Eksklusif

Selamatkan Bisnis, Pengusaha Percetakan Jajaki Kerjasama dengan Korporat

Kerjasama ini dilakukan lantaran minimnya pesanan konsumen untuk mencetak iklan usaha dan agar usaha tersebut masih tetap bertahan

Editor: Soegeng Haryadi
DOK. SRIPO
Sriwijaya Post, edisi Selasa (10/11/2020); Rezeki Akhir Tahun Melayang 

PALEMBANG, SRIPO -- Sepinya job percetakan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di masa Pandemi Covid-19, membuat sejumlah pengusaha percetakan di Palembang memilih melakukan penjajakan kerjasama sama dengan sejumlah corporate atau perusahaan.

Kerjasama ini dilakukan lantaran minimnya pesanan konsumen untuk mencetak iklan usaha dan agar usaha tersebut masih tetap bertahan ditengah hantaman badai pandemi Covid-19.

"Dalam kondisi saat ini kita terpaksa lebih giat lagi menjajaki kerjasama dengan korporat untuk menekan margin error serendah-rendahnya agar keuangan managemen stabil," jelas Reza, pemilik Galaxy Cetak Digital dan Offset Palembang, Kamis (12/11).

Baca juga: Bisnis Printing Merana, Pengusaha Dilema, Pilih Rumahkan Pegawai atau Potong Gaji

Menurutnya, bisnis bidang percetakan dan printing di Palembang, menjadi salah satu sektor bidang usaha yang sangat merasakan imbas dari wabah virus corona. Dampak virus tersebut, para pelaku usaha terpaksa harus mengalami penurunan omzet hingga 80 persen dari biasanya.

"Biasanya setiap akhir tahun kita banjir pesanan, baik pilkada maupun pesanan banner lainnya. Tapi tahun ini, dapat Rp 10 juta sebulan saja sudah untung," ungkapnya.

Berbeda dengan Abdullah Toriq, pengusaha percetakan lainnya di Palembang. Ia mengaku memilih ikut berjualan Alat Pelindung Diri (APD) dan menjual alat protokol kesehatan demi bertahan di masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Pandemi Bikin Bisnis Percetakan Krisis, Pengamat: Harus Mampu Berinovasi

Dijelaskannya, penjualan retail mengalami penurunan drastis akibat tidak ada lagi pelanggan yang mampir ke tempat percetakan karena pembatasan kegiatan usaha, sehingga banyak dari pengusaha memilih banting stir sementara ini.

"Banyak percetakan mengalami kesulitan keuangan akibat kondisi yang tidak kondusif, jadi mau tidak mau kita harus bisa berinovasi agar kita bisa membayar gaji karyawan," terangnya. (oca)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved